0
Lamongan - Dua tersangka teror pengerusakan Pos Lantas Paciran Lamongan, Eko Ristanto (35) dan M. Syaif Ali Hamdi (17) telah diserahkan kepada Densus 88. Hasil penyelidikan Polres Lamongan menemukan fakta bahwa kedua pelaku telah merencanakan aksinya sebelum menyerang pos dan melukai seorang polisi.

Hasil penyidikan polisi mengungkapkan kedua tersangka belum lama saling kenal yang bertemu di sebuah musala di Lamongan. Keduanya diduga sudah merencakan penyerangan pos polisi di depan Wisata Bahari Lamongan (WBL) Kabupaten Lamongan sejak empat bulan lalu.

"Sebelumnya tidak pernah kenal. Karena ada keyakinan yang sama, keduanya lantas melakukan aksi teror," ujar Kapolres Lamongan AKPB Feby DP Hutagalung kepada wartawan usia membesuk Bripka Andreas di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, Rabu (21/11).

Feby menjelaskan, setelah perkenalan itu keduanya langsung merencanakan sejumlah aksi teror kepada petugas polisi. Bahkan, beberapa waktu sebelumnya, kedua tersangka pernah melempar pos polisi di WBL dengan batu.

"Sebelumnya sudah pernah juga. Tapi tidak ada korban jiwa karena kebetulan sedang tidak ada anggota kami yang berjaga,” ujar Feby.Saat ini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polda Jatim oleh Densus 88.

Polisi juga akan mengembangkan kasus ini, khususnya keterkaitan tersangka dengan kelompok radikal yang ada di Lamongan atau daerah lain di Jawa Timur.  "Untuk pasal yang dijeratkan adalah UU Terorisme,” lanjut dia.

Untuk hasil penyelidikan sementara, Feby menduga motif pelaku melakukan aksi teror hanya diawali atas pemahaman radikal yang menyimpang dari pelaku.

“Soal motif, saya kira ini akibat adanya pemahaman keyakinan yang salah dari pekaku,” tutur Feby.
Polisi kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk mengawasi gerak-gerik orang yang mencurigakan di tempat tinggalnya. Terutama bila terlihat menyimpang dari kebiasaan masyarakat umumnya.

"Jika ada perbuatan mencurigakan, bisa langsung melaporkan ke polsek terdekat untuk kami tindak," tutupnya.

Eko diketahui merupakan eks polisi yang merupakan warga Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Sementara pelaku lainnya yakni Hamdi adalah warga Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Namun, Eko sudah cukup lama tinggal rumah kontrakan di Gang Bukit Indah II Dusun Ngeneng, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Sebelumnya, aksi penyerangan pos polisi di Wisata Bahari Lamongan (WBL) dilakukan oleh eks anggota Polres Sidoarjo berpangkat briptu pada Selasa (20/11) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Eko yang pernah bertugas di Polres Sidoarjo Satuan Reskrim dan Bagian Opsnal atau Buser dan kini sudah dipecat.Saat menyerang pos polisi itu, petugas piket Bripka Andreas Dwi Anggoro langsung mengejar kedua pelaku.

Aksi kejar-kejaran dengan sepeda motor antara Bripka Andreas dan kedua pelaku berlangsung sengit. Pelaku bahkan sempat menyerang Andreas dengan katapel hingga melukai mata sebelah kanannya.

Bripka Andreas kemudian menabrakkan sepeda motor miliknya ke sepeda motor pelaku sehingga pelaku terjatuh dan bisa diamankan di Polsek Brondong. Setelah itu mereka dibawa Ke Polres Lamongan untuk dilakukan interogasi.

Dari tangan kedua pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti sebuah katapel, tujuh buah kelereng, dan sepeda motor Honda Supra Fit nomor polisi W 2593 RM serta STNK lengkap dengan kunci.(rdi)

Posting Komentar

 
Top