0
SURABAYA - Setelah sempat tertunda sepekan putusan atas Putera Mahkota PT  Liek Motor,  akhirnya majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana menjatuhkan hukuman ringan,  dua bulan  terhadap  Royce Muljanto di ruang Garuda 2 di Pengadilan Negeri (PN), Surabaya, Selasa (31,7,2018).

"Terdakwa dinyatakan melakukan tindakan pengrusakan, menjatuhkan pidana penjara selama dua bulan dengan dikurangi terdakwa dalam masa tahanan," ujar hakim Anne dalam amar putusannya, Selasa (31,7,2018).

"Dalam pertimbangan putusan hakim yang meringankan terdakwa adalah karena sopan dan jujur ,sudah dimaafkan korban serta telah melakukan perdamaian, serta belum pernah dihukum sebelumnya.  

"Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan JPU  Ali Prakoso yang  menjerat terdakwa dengan pasal 406 KUHP dengan pidana tiga bulan penjara.

"Atas vonis dua bulan ini, baik terdakwa maupun kuasa hukumnya yakni Ardiansyah, menyatakan pikir-pikir dulu. 

"Kami masih pikir-pikir karena harus menelaah dulu apa yang menjadi putusan hakim tersebut," ujarnya.

"Hakim Ketua, Anne Rusiana mengatakan, kuasa hukum dan JPU mempunyai waktu tujuh hari untuk pikir-pikir dulu. "Ada waktu tujuh hari untuk memutuskan pikir-pikir atau banding yang dilakukan JPU nantinya.

"Terkait putusan dua bulan penjara yang harus dijalani terdakwa apakah sudah klop dengan masa tahanan terdakwa yang saat ini menjadi tahanan kota, Ardiansyah mengaku belum melakukan pengecekan lebih lanjut.

"Karena terdakwa statusnya tahanan kota, jadi penghitungannya 1/5 dari tahanan kota,ujarnya.
"Kuasa hukum masih pikir-pikir dan tidak banyak memberikan komentar pada awak media. "Kami  akan dikoordinasikan dengan klien kami (putera mahkota PT Liek Motor) dulu cetus Ardiansyah. 
"Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso yang dicegat media massa dan ditanya apakah mengajukan banding atas vonis majelis hakim tersebut.

"Namun,  JPU Ali Prakoso enggan memberikan jawaban pada media massa. Dia hanya senyum tanpa berkata sepatah kata pun,  sambil meninggalkan kerumunan media massa .

"Ketika Royce, putera mahkota PT Liek Motor dimintai keterangannya, terkait vonis hakim yang dijatuhkan pada dirinya, dia enggan berkomentar. Tampaknya, Royce akan membicarkan hal ini dengan kuasa hukumnya terlebih dahulu.

"Sebagaimana diketahui , kasus ini berawal saat mobil pribadi Ery Cahyadi, Toyota Innova warna hitam bernopol L 88 EC diberondong peluru oleh  tedakwa , Rabu (14,3) siang. Penembakan itu terjadi saat mobil parkir di rumah Eri di Perumahan Puri Kencana Karah, Jambangan, Surabaya.
"Kejadian ini diduga karena perlakuan Ery Cahyadi yang  menyegel dan membongkar bengkel moge miliknya di Jalan Ketintang Madya nomor 111, Surabaya.  (msuan)

Posting Komentar

 
Top