0
SURABAYA - Prof. Dr. Lanny Kusumawati, terdakwa dalam perkara keterangan palsu pada akta otentik berupa cover notes yang dibuatnya, kembali harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya yang digelar hari ini, Kamis ( 26/07/2018 )

Sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan ( Peldoi ), dibacakan langsung oleh terdakwa sebanyak 70 lembar dan pledoi dari pengacara  sebanyak 35 lembar belum termasuk bukti.

Pada sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Maxi Sigarlaki dan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Ali Prakoso dari Kejaksaan Negeri Surabaya tersebut, terdakwa menguraikan pembelaan yang menjelaskan bahwa dalam kasus tersebut dirinya tidak merasa bersalah.

Dalam peldoi nya terdakwa menjelaskan perihal kejanggalan keterangan dari saksi, mulai dari proses penyidikan yang diduga rekayasa, karena isi dari keterangan saksi-saksi tersebut sama persis seperti hanya disalin saja. Hal ini sangat di sayangkan oleh terdakwa, bagaimana mungkin 2 orang saksi bisa sama persis hingga titik koma nya yang tercantum dalam BAP Kepolisian.

Lebih lanjut, menurut Prof. Lanny saksi pelapor yang semestinya hadir di dalam persidangan selalu mangkir dengan alasan sakit dan dirawat di RS. Mitra Keluarga. Namun setelah dilakukan pengecekan ternyata saksi pelapor hanya rawat jalan. Dari bukti-bukti yang disampaikan, terdakwa berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan dan memohon majelis hakim membebaskan dirinya dari segala tuntutan yang di dakwakan kepada dirinya.

Usai pembacaan pledoi terdakwa, JPU Ali Prakoso menyampaikan bahwa JPU tetap pada tuntutan semula yakni 3 bulan penjara. Seperti diketahui pada sidamg sebelumnya terdakwa terbukti secara sadar melakukan tindak pidana pemalsuan akta otentik berupa cover notes.
Tetap pada tuntutan yang mulia" tegas Ali Prakoso saat ditanya Ketua Majelis Hakim terkait pledoi terdakwa.

Usai persidangan, kuasa hukum Prof Lanny, Rizal Haliman, SH., MH., CIL menjelaskan bahwa seharusnya terdakwa bebas dari semua dakwaan. Itu terlihat dari semua penjelasan saksi-saksi dalam persidangan yang tak bisa memaparkan fakta secara jelas.

Dari pledoi terdakwa sudah jelas dan gamblang bahwa dari bukti-bukti yang ada tidak ada yang memberatkan terdakwa. Kami menilai bahwa terdakwa sudah seharusnya bebas,pungkasnya.(msn)

Posting Komentar

 
Top