0
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) sudah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak Rp15 triliun, sejak awal tahun hingga saat ini. Hal ini dilakukan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang terus tertekan.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter (BI) Nanang Hendarsah menyatakan, intervensi dilakukan Bank Sentral sebesar Rp1,25 triliun di pasar sekunder pada pembukaan perdagangan pasca libur panjang pada Kamis, 22 Juni 2018.


"Capital outflow (arus dana asing keluar) Rp2,75 triliun, kita setengahnya ke beli. Kemarin beli Rp1,25 triliun. Jadi year to date (ytd) tadi sudah Rp15 triliun lebih," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Dia menjelaskan, Bank Sentral juga melakukan lelang fx swap hingga tiga kali dalam sepekan. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan valutas asing (valas) dan Rupiah di pasar keuangan.
"Fx swap itu terutama bank-bank asing. Jadi lebih kepada untuk liquidity management," katanya.
Sekedar diketahui, pasca libur panjang nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS kembali tertekan ke level Rp14.000 per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Kamis, 21Juni 2018, Rupiah pada penutupan perdagangan spot exchange melemah 170 poin atau 1,22% ke level Rp14.102 per USD.

Angka ini sedikit mengalami perbaikan, hari ini, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.097 per USD.(rdi)

Posting Komentar

 
Top