0
SURABAYA-Korem 084/Bhaskara Jaya menggelar kegiatan istighosah dan do’a bersama dalam rangka terciptanya situasi yang kondusif, aman dan damai di seluruh wilayah NKRI, yang berlangsung di lapangan upacara Korem 084/BJ pada tanggal 21 Nopember 2016 kemarin menghadirkan 3 (tiga) ulama ternama dari Surabaya dan Sidoarjo, yaitu DR. Moh Thoha Kepala Diklat Kemenag Kanwil Jatim selaku pemberi ceramah/tausiyah, Drs. Moh Nadjih Sahal dari Sidoarjo yang memimpin acara istighosah dan KH. Moh Qosim dari Sidoarjo yang memmpin do’a bersama.
Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Czi Denny Herman dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa kebinnekaan Indonesia saat ini telah diuji melalui berbagai peristiwa maraknya unjukrasa yang dapat mengarah pada perpecahan bangsa yang tentunya tidak kita harapkan bersama, untuk itu melalui kegiatan istghosah dan do’a bersama ini Danrem mengajak kepada seluruh prajurit dan PNS serta masyarakat untuk bersama - sama berdzikir dan, mendoakan agar situasi keamanan di seluruh wilayah NKRI dapat tetap kondusif, aman dan damai.

Dijelaskan, sebagai prajurit yang beriman dan bertaqwa, TNI selalu siap mengemban tugas pokoknya dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. oleh karenanya, pada hari ini dilaksanakan istighosah dan do’a bersama dengan berdzikir dan bermunajat kepada Allah SWT., agar kita diberi daya, kekuatan, kemampuan dan keselamatan bagi seluruh bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika ini. Dengan adanya kegiatan istighosah dan do’a bersama ini diharapkan dapat membangun kesadaran setiap prajurit dan masyarakat akan pentingnya nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Lebih lanjut alumnus Akmil 1989 tersebut menjelaskan, Korem 084/Bhaskara Jaya yang berlokasi di ibukota Jawa Timur ini memiliki tanggung jawab yang luas dengan tingkat ancaman dan kerawanan yang relatif tinggi serta permasalahan sosial yang beragam. Tugas ini menjadi semakin penuh tantangan, karena perkembangan situasi dalam negeri, regional maupun global yang senantiasa berubah dengan begitu cepat dan terkadang sulit untuk diperkirakan.

Beliau mengingatkan, bahwa tugas dan fungsi komando kewilayahan harus mengarah pada tumbuhnya pastisipasi sosial masyarakat secara luas, dalam rangka menyuseskan pembangunan nasional di daerah yang didukung oleh mantapnya kondisi stabilitas wilayah, agar terwujud ketahanan wilayah yang tangguh dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi. Kondisi ini dapat terwujud apabila masyarakat mampu membangun dan melindungi dirinya sendiri serta mampu mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi.dalam kaitan tersebut saya minta pada prjurit korem 084/ bhaskara jaya dan seluruh komponen masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan  terhadap setiap gejolak yang berkembang di masyarakat, sehingga setiap saat mampu menghadapi perubahan situasi dan dapat memberikan jaminan bagi terciptanya stabilitas keamanan di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Mengakhiri sambutannya, beliau minta agar kemanunggalan TNI Rakyat yang merupakan basis terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa terus ditingkatkan, karena hanya dengan kemanunggalan yang sejati, TNI akan mampu merasakan dan memahami setiap denyut kehidupan masyarakat serta dapat menangkap dengan cepat setiap gelagat gangguan keamanan yang berkembang ditengah masyarakat, dan beliau mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk bersatu padu mengatasi berbagai krisis yang melanda bangsa ini dengan menciptakan kondisi yang aman, tenang dan tentram, sekaligus mengembangkan langkah-langkah yang kongkrit untuk memfungsikan sistem sosial pada tatanan yang berlaku.


Kegiatan Istighosah dan Do’a Bersama yang diakhiri dengan Sholat Maghrib bersama dan ramah tamah ini diikuti oleh seluruh pejabat jajaran Korem 084/BJ, mulai dari Kasrem, para Dandim dan Kasi serta Kabalak jajaran Korem 084/BJ, para Perwira, Bintara dan Tamtama serta PNS, Ketua dan pengurus FKPPI, PPM, Pemuda  Pusura,  Perwakilan Gerakan Pramuka Saka Wira Kartika serta para Siswa SMA Kartika Surabaya.(rdi/penrem)

Posting Komentar

 
Top