0
SURABAYA   –    Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan Abdul Gani selaku Ketua Yayasan Kanjeng Dimas, Kamis (29/9/2016).

Pihak Kejati yang diwakili JPU Djuwariyah yang memeriksa secara administratif para tersangka yang diserahkan oleh Tim penyidik Subdit III Unit Jatanras Polda Jatim.

Kasi Penkum Kejati Jatim Romy Arizyanto menyatakan ada empat tersangka yang diserahkan penyidik ke pihaknya. Empat tersangka sudah menjalani pemeriksaan secara administratif yang selanjutnya akan diserahkan ke Kejari Kraksakan. ” Nanti yang menyidangkan Kejari Kraksakan,” ujar Romy.

Perlu diketahui, para tersangka menghabisi Abdul Gani ketua yayasan Kanjeng Dimas secara sadis. Salah satu dari empat tersangka adalah Wahyudi Wijayanto, mantan Anggota Kopassus berpangkat Letnan Kolonel (Letkol). Dia menjadi otak perencana dan eksekutor pembunuhan terhadap Abdul Gani yang mayatnya dibuang di Jawa Tengah.

Dalam pembunuhan tersebut, Abdul Gani di eksekusi di ruangan‎ pelindung Kanjeng Dimas Taat Pribadi karena dianggap membahayakan membongkar aktivitas Padepokan dalam penipuan penggandaan uang. Korban dieksekusi di ruang pelindung, dengan cara di jerat menggunakan tali dan dihantam pakai batu serta muka disekap plastik.

Sementara peran Wahyu Wijaya bertugas melakban mulut dan leher korban, juga ada juga Letkol (Purn) TNI Wahyudi (Pensiun dini) dan  Ahmad Suryuno yang juga mantan Kopassus yang telah di PTDH dengan pangkat terakhir Kapten.

Ketiganya berperan melakukan eksekusi terhadap korban hingga membuangnya di kawasa‎n Wonogiri. Selain ketiganya, juga terdapat Perwira menengah aktif dari TNI AU yakni RD, dan saat ini diserahkan ke kesatuannya Denpom untuk proses hukum selanjutnya dan Kurniadi yang berkedudukan sebagai Sultan di Padepokan tersebut.

Kasubdit III‎ Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Taufik Herdiyansyah mengatakan, pihaknya masih memburu empat orang lainnya yang masih buron, dimana mereka juga berperan sama dengan tersangka,” keempatnya masih kami kejar,” ujarnya.

Tersangka menghubungi korban untuk datang ke Padepokan dengan diimingi akan diberikan pinjaman uang sebesar Rp 230 juta, namun itu merupakan strategi tersangka untuk menghabisinya‎,” Saat di Padepokan itu, korban dimasukan di ruang Pelindung TP, dan disana langsung dihabisi dan kemudian mayatnya dibuang ke Wonogiri dengan menggunakan dua mobil,” tambah Taufik.

“Dalam melakukan eksekusi korban, para tersangka ini diberi imbalan sebesar Rp 290 juta, yang kemudian dibagi dan tentunya ketua tim mendapat bagian paling banyak,” papar Taufik.

Berkas empat tersangka ini sudah dinyatakan lengkap dan penyidik langsung menyerahkan keempat tersangka ke Kejati Jatim,” Hari ini kami akan limpahkan berkas bersama tersangka ke Kejati Jatim Pungkas Taufik.   (rdi/ro)

Posting Komentar

 
Top