0
Tito Karnavian mengeluhkan banyaknya polisi yang masih arogan

 JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui masih banyaknya anggotanya yang kerap melakukan kekerasan terhadap masyarakat sipil yang melakukan tindak pidana kejahatan. Aksi arogansi anggota Polri itu, kata Tito menjadi hal yang harus diperbaiki di segenap lini kepolisian di Indonesia.

"Contohnya di Riau, kemarin tersangka ditangkap sehat sampai di kantor polisi meninggal dan kantor polisi diserang, ini faktor kultur yang harus diperbaiki," kata Tito di Mabes Polri, Selasa, 11 Oktober 2016.

Tak cuma itu, Tito juga tidak menampik jika masih banyak juga anggotanya berperilaku korup yang akibatnya semakin memperburuk citra kepolisian. Atas itu juga, Tito menekankan agar ada proses evaluasi terhadap hal itu.

"Bahkan ada lembaga survei sebut Polri sebagai lembaga terkorup. Ini terlepas benar tidak hasil penelitian itu hendaknya menjadi evaluasi bagi Polri," ujarnya.

Atas itu, Tito mengingatkan dengan rendahnya kinerja kepolisian baik itu dalam penegakan hukum, keamanan, ketertiban hingga ke masalah narkoba, maka akan berdampak buruk pada kepercayaan publik terhadap polisi.

Tito Karnavian, mengakui selama 100 hari kerja sejak dilantik 13 Juli 2016 hingga 11 Oktober 2016 masih banyak kekurangan.

"Saya akui sampai dengan jelang 100 hari kepemimpinan saya, kemajuan belum cukup maksimal," kata Tito Karnavian di Ruang Utama Mabes Polri, Selasa, 11 Oktober 2016.

Tito juga menyadari bahwa gebrakan visi Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya) sebagai program prioritasnya masih belum maksimal baru pada tahapan tingkat tingkat manager saja.
"Belum sampai di level bawah para Bintara yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," ujarnya.
Tito juga menjabarkan,  ternyata visi program Promoter masih ada anggota Polri tingkat Kapolres yang masih belum paham makna dari Promoter. Hal itu ditemukan oleh Tito sendiri di lapangan seperti halnya di Riau dan Jawa Timur.
"Dia tidak mengerti sama sekali, dia saja tidak mengerti, pasti bawahannya tidak ngerti semua," ujarnya.(rdi)

Posting Komentar

 
Top