0
SURABAYA - Majelis Hakim PN Surabaya menjatuhkan hukuman selama empat tahun enam bulan pada Brigadir Tommy Yuda Prasetya karena dianggap terbukti menyimpan dan memiliki narkoba jenis sabu sebanyak 97 gram, Senin (26/9/2016).

Selain hukuman badan, oknum polisi Polsek Sawahan ini juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 800 juta subsider dua bulan kurungan. "Hal yang memberatkan, terdakwa selaku aparat penegak hukum, malah tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba," ujar hakim membacakan amar putusannya.

Sedangkan, usia muda dan sikap sopan terdakwa selama dipersidangan, menjadi pertimbangan yang meringankan hakim dalam menjatuhkan putusan. Atas vonis ini, terdakwa menyatakan menerima. Begitupun dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu Efendi Banu dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya juga menyatakan menerima vonis hakim. Sebelumnya JPU menuntut lima tahun pada terdakwa.

Untuk diketahui, Terdakwa Tommy ditangkap anggota Satnarkoba Polrestabes Surabaya pada Maret lalu. Sebelum menangkap terdakwa Tommy, petugas lebih dulu menangkap Mukamad Arif (berkas terpisah) di Jalan Tidar, Surabaya.

Saat diperiksa, polisi menemukan narkotika jenis sabu dari dalam saku Arif. Saat diinterogasi penyidik, Arif mengaku mendapat sabu dari Tommy yang tak lain adalah anggota polisi berpangkat brigadir di Polsek Sawahan.

Mendapati hal itu, polisi langsung menuju Polsek Sawahan dan berhasil menangkap terdakwa Tommy yang saat itu sedang jaga di Mapolsek Sawahan. Ketika digeledah, polisi menemukan satu poket sabu seberat 97 gram yang disimpan dalam etalase rak buku yang ada di Polsek Sawahan.

Selain itu di dalam tas terdakwa Tommy, polisi juga berhasil menemukan tiga poket sabu dengan berat masing-masing 0,61 gram, 0,42 gram, 0,50 gram, alat isap sabu dan timbangan elektrik. Atas perbuatannya, oleh jaksa, terdakwa dijerat pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (rdi)(uci/bj)

Posting Komentar

 
Top