0
SURABAYA – Sat Sabhara Polrestabes Surabaya Pelimpahan Barang bukti minuman beralkohol hasil sitaan dari café Santoso, diserahkan ke Kejaksaan Negeri Surabaya Kamis(11/8/16).

Saat persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya Hakim memutuskan pengelolah café Santoso terbukti melakukan pelanggaran dalam putusan denda ditambah barang bukti disita untuk dimusnahkan.
Barang yang disita dan akan dimusnahkan tersebut hasil Operasi gabungan Cipta Kondisi (Cipkon) yang dilakukan  Satpol PP Surabaya dan Tim Tipiring Sat Sabhara Polrestabes Surabaya beserta Gartap TNI berbuah penyitaan (Miras) Minuman Keras di Cafe Santosi jalan Kenjeran yang diketahui tidak mengantongi ijin (TDUP) Tanda Daftar Usaha Pariwisata. Kamis (4/8/2016) dinihari WIB.

Dipimpin Ipda Gusti NBP , Tim Tipiring Sat Sabhara Polrestabes Surabaya awalnya menggelar razia di Kafe Fun 25 Jl Bronggalan setelah itu petugas pindah ke Kafe Lintang Jl Kapas Krampung  Di kedua tempat itu, petugas gabungan tak melakukan tindakan apapun karena diketahui telah mengantongi ijin, hanya ada dua karyawan yang tidak membawa identitas diri hingga diangkut oleh Satpol PP Surabaya yang dipimpin Kasi Ops, Joko Wiyono SE.

Operasi dilanjutkan ke Cafe Santoso dijalan Kenjeran, ternyata pemilik Cafe Santoso Che Siu tidak bisa menunjukan kelengkapan dokumen perijinan (HO) Hinder Ordonantie dan (TDUP). Sehingga kali ini petugas mengambil tindakan tegas terhadap Cafe yang diketahui tidak berijin tapi tetap mokong beroprasional.

Ditempat terpisah Direktur Eksekutif  Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPK ) Jawa Timur, Achmadi MS, mengatakan bahwa LPK Jawa Timur sangat mendukung tindakan tegas aparat kepolisian sebab café - cafe yang terbukti melanggar dan akibatnya merugikan konsumen apalagi banyak café yang menjual minuman keras jenis cukrik, itu kan sangat berbahaya, terangnya.


Tim Investigasi LPK Jawa Timur seringkali berhadapan dengan para beking dari hiburan malam yang mencari keuntungan sesaat, ada yang mengaku dari wartawan dan anggota LSM untuk melindungi pengelola café dari ancaman razia petugas, pantas saja jika selama petugas gabungan dari Tim Tipiring Polrestabes Surabaya sering menerima pemberitaan yang selalu miring. Pungkas Achmadi.(pr)

Posting Komentar

 
Top