0
SURABAYA – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, yang diketuai Jihad Arkanuddin menunda vonis terhadap Hariyono sang Kepala Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian Lumajang dan Madasir. Alasan penundaan karena Haryono mengaku sakit dan belum siap mendengarkan putusan.

” Saya lagi nggak enak badan Pak Hakim. Jadi saya tidak siap mendengarkan putusan,” ujar Terdakwa Haryono.
Atas alasan Haryono tersebut, hakim Jihad akhirnya menunda sidang dan meminta terdakwa kembali dihadirkan pada tanggal 23 Juni 2016 mendatang.

” Saya sudah siap dengan putusan saya,” ujar Jihad sambil menunjukkan satu bandel berkas putusan.
Namun lanjut Jihad karena KUHAP mengatur bahwa terdakwa harus dalam keadaan sehat, maka persidanganpun ditunda.

Ditempat terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dody Ghazali Emil Kejari Lumajang, Jawa Timur, memaklumi penundaan sidang ini karena alasan kemanusiaan, yakni Terdakwa Haryono sakit meskipun tanpa disertakan surat dokter.

” Untuk sekarang kita maklumi, dalam sidang selanjutnya kita akan minta surat dokter,” ujar JPU.
Sebelumnya, Haryono dan Madasir dituntut pidana penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dody Ghazali Emil dari Kejari Lumajang, pada Kamis (19/5/2016) lalu.

Selain Hariyono, Madasir juga dituntut seumur hidup.Keduanya dianggap terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dalam pasal 340 KUHP junkto pasal 351 KUHP dan pasal 177 KUHP.
” Menuntut pidana penjara seumur hidup,” ujar JPU Dody dalam tuntutannya.

Dalam pertimbangan tuntutan JPU disebutkan sesuai fakta persidangan kedua terdakwa terbukti menyuruhlakukan atau menjadi otak dalam penganiayaan Tosan dan pembunuhan terhadap Salim Kancil.
Seperti diketahui, Salim Kancil ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan pada 26 September 2015.

Warga asal Desa Selo Awar, Pasirian, Lumajang ini ditemukan tak bernyawa dalam keadaan tangan terikat dan sekujur tubuhnya penuh luka bacokan. Dari penyelidikan polisi terungkap, Salim Kancil dibunuh karena akan menggelar demonstrasi menolak praktik penambangan pasir di desa itu. Diduga Haryono yang menjadi otak pelaku pembunuhan Salim Kancil. (hf/ad/rdi)

Posting Komentar

 
Top