0
SURABAYA - Upaya kuasa hukum Eunike Lenny Silas, Haka Kosasih, SH membela kliennya yang diduga tersandung perkara penggelapan Batubara sebesar 3,2 milyard berbuah manis.

Sebelumnya upaya untuk memenjarakan Lenny terus menerus dilakukan oleh pihak pelapor, padahal terdakwa Lenny menderita sakit kanker, dan sebelumnya pihak penyidik kepolisian Polda Jatim pun tidak melakukan penahanan terhadap terdakwa.

Sidang terdakwa Lenny mendapat sorotan dari beberapa media lantaran terdakwa kerap kali datang ke persidangan dengan tandu tempat tidur rumah sakit, dan dibawa dengan Ambulance, bahkan terdakwa pernah datang dari Jakarta ke Pengadilan Negeri Surabaya dalam kondisi sakit, dan memboking 8 kursi pesawat guna menghadiri persidangan.

Melihat penderitaan sakit yang diderita terdakwa, Ketua Majelis Hakim Efran Basuning, SH. Meminta terdakwa untuk melakukan pengobatan dan tetap dirawat di rumah sakit madaeng sidoarjo.

Namun kuasa hukum terdakwa Haka Kosasih, SH, selalu berupaya untuk perawatan kliennya mencarikan rumah sakit yang memadai, lantaran peralatan dokter yang ada di madaeng tidak lengkap.

Tanpa dihadiri terdakwa, sidang akhirnya digelar kembali dipengadilan Negeri Surabaya pada, Selasa 31-Mei-2016 lalu.

Dalam pernyataannya Ketua Majelis Hakim, Efran Basuning, SH memenuhi permintaan kuasa hukum terdakwa, agar terdakwa Eunike Lenny Silas dibantarkan, dirawat di rumah sakit Jakarta dan jaksa tidak perlu lagi menjaga terdakwa lenny, terangnya.

“Saya memenuhi permintaan kuasa hukum terdakwa, dan saya minta jaksa penuntut umum tidak perlu lagi memantau keadaan terdakwa, karena kuasa hukum terdakwa telah memberikan jaminan tidak akan melarikan diri” tegas Efran

Kuasa Hukum terdakwa Haka Kosasih, SH. mengapreasiasi pernyataan Ketua Majelis Hakim “ terima kasih atas apresiasi hakim dalam menangani perkara klien saya” singkatnya,(hf/ad/rdi)

Posting Komentar

 
Top