0
JOMBANG - Seorang warga Desa Keras, Kecamatan Diwek, berinisial SL (25), ditangkap polisi. Penyebabnya, SL nekat menjual petasan lewat media sosial (medsos) atau penjualan online. Namun apes, modus baru tersebut terendus petugas. Tentu saja, SL kemudian dibekuk berikut barang bukti berupa petasan.

"Sebanyak delapan pelaku penjualan mercon kita tangkap. Salah satunya adalah SL. Dia menjual petasan lewat media sosial facebook," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, Iptu Dwi Retno Suharti, sebelum merilis hasil operasi dengan sandi Camer (cara mengatasi mercon) serta pemusnahan ratusan liter minuman keras di lapangan mapolres setempat, Sabtu (25/6/2016).

Retno menjelaskan, dalam menjalankan aksinya SL menawarkan lewat media sosial. Pun demikian, praktik itu bisa terendus petugas. Selanjutnya, polisi yang melakukan penyamaran memesan barang peledak tersebut. SL tak sadar kalau dirinya diincar petugas. Sehingga mercon pesanan via online itu pun dikirim.
"Saat mengirim mercon itulah pelaku kita tangkap. Dari pengakuannya, dia masih melayani pelanggan dua kali," ujar Retno sembari memamerkan barang bukti yang dimaksud.

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, menambahkan, selain SL, dalam operasi Camer Semeru yang digelar selama 12 hari (14 - 25 Juni 2016), pihaknya membekuk delapan pelaku. Mereka kedapatan menjual dan memproduksi bahan berbaya tersebut. Dari tangan mereka petugas juga menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya, 1595 butir petasan jenis cabe rawit, 1767 butir mercon kecil, 316 butir petasan bulat, serta 22 ikat sumbu petasan. Selain itu, lanjut Agung, polisi juga menyita 2,5 kilogram potasium, 1,5 kilogram bubuk belerang, 4,5 kilogram semen, 2 kilogram serbuk hitam, serta satu unit alat pembuat mercon.
"Atas perbuatannya, sembilan pelaku dijerat UU Darurat RI Nomer 12 Tahun 1951, dengan ancaman 15 tahun penjara hingga seumur hidup," pungkas Agung. (rdi)

Posting Komentar

 
Top