0
SURABAYA-Dengan
dikembalikannya kedua kalinya berkas tersangka Mardian Nusatio yang sedang kesandung perkara pemalsuan surat yang diduga isinya tidak benar sesuai pasal 263 ayat (1)(2) ke Polrestabes Surabaya dengan No. LP : STTP/K/209/II/2015/SPKT/JATIM/RESTABES/SBY, tertanggal 11 Februari 2015 semakin menunjukkan ketidak seriusan dan ketidak obyektifan dalam kinerja penyidik Unit Pidek BRIPKA I GUSTI AGUS SUDARTHA, dkk dalam tangani perkara pemalsuan surat yang diduga isinya tidak benar.

Didalam hasil gelar perkara di Polrestabes hanya ditetapkan satu tersangka yaitu Mardian Nusatio walaupun saksi ahli Pidana (Dr. Tutik Rahayu Ningsih) yang pada waktu dimintai pendapat dalam penetapan tersangka telah menyarankan untuk menjerat pidana yang menggunakan surat yang diduga isinya tidak benar.
Didalam perjalanan penyidikan sangat banyak sekali kejanggalan, dimana yang seharusnya dari awal penyidik segera menetapkan tersangka yang menggunakan surat pernyataan yang diduga isinya tidak benar serta menetapkan siapa yang membuat surat pernyataan tersebut sebagai tersangka.

Seorang penyidik dalam melaksanakan tugasnya memiliki koridor hukum yang harus di patuhi, dan diatur secara formal apa dan bagaimana tata cara pelaksanaan, tugas-tugas dalam penyelidikan. Artinya para penyidik terikat kepada peraturan-peraturan, perundang-undangan, dan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam menjalankan tugasnya.

Saat dikonfirmasi Joko Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Surabaya melalui ponselnya, dirinya mempersilahkan wartawan langsung bertanya kepada JPU nya  “tanya saja ke JPU yang menangani mas, karena dia yang lebih tau”. terangnya

Menindak lanjuti terkait jawaban dari Kasi Pidum, Jaksa Marsandi selaku Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara ini ” kenapa saya kembalikan berkas, ya karena petunjuk yang seharusnya ditindak lanjuti oleh penyidik kepolisian akan tetapi sampai berkas ini dikembalikan lagi ke saya sama saja seperti berkas yang lama”. Jelas Marsandi

” ada beberapa petunjuk dari saya yang belum dilengkapi oleh penyidik Kepolisian diantaranya yaitu tetapkan sebagai tersangka pengguna surat yang diduga isinya tidak benar, alat yang menghasilkan surat tersebut, bukti dari pejabat yang bisa menerangkan kalau tersangka merupakan paman dari istri palapor (Juliati Sugihaman).” Tambahnya

Akankah dalam penanganan perkara yang sudah dua kali dikembalikan oleh Kejaksaan Negeri Surabaya tetap seperti ini terus bolak-balik antara Kejaksaan dengan Kepolisian.

Dimanakah para penegak hukum yang akan memfasilitasi para pencari kebenaran yang telah menjadi korban dalam setiap perkara pidana maupun perkara perdata.(rm/ad/rdi)
Sumber : Panji Nasional

Posting Komentar

 
Top