0
Maraknya Perampasan Mobil Kreditan diduga Main Mata Dengan Oknum Polisi

LUMAJANG – Menyelam sambil minum susu itulah kata yang pas untuk oknum polisi yang kongkalikong dengan preman yang mengatasnamakan finance, betapa tidak ? tugas polisi yang mulia sesuai slogan “melindungi dan mengayomi masyarakat” telah ternodai oleh ulah oknum Polisi yang main mata dengan Debt Collector.

Dugaan polisi mainmata dengan debt collector, terbukti saat pemburuonline.com, bersama pemilik mobil pick up Gran Max, yang menitipkan pada Polsek Lumajang Kota karena akan dirampas oleh segerombolan orang yang mengaku dari debt collector ACC Finace, satu unit mobil pick up Nopol. L 9788 AM pada Sabtu (09/04/2016).

Awang yang menitipkan mobil tersebut hendak mengambil kembali dari polsek lumajang kota selalu menemui jalan buntu karena dipersulit oleh polisi, sudah tiga kali mendatangi polsek untuk mengambil mobil yang dititipkan tersebut, dan polisi selalu memanggil gerombolan debt collector sampai berjumlah 18 orang, dan polisi selalu menyarankan untuk menyerahkan mobil tersebut pada debt collector .
Pada hari selasa malam (10/05/2016), Awang dan Ivan kakak beradik ini yang didampingi oleh LSM dan awak media kembali mendatangi polsek lumajang kota untuk mengambil unit yang dititipkan tersebut, Lagi-lagi Kanit Reskrim Polsek Lumajang Kota, Aiptu Sugiarto menghubungi debt collector.
Keresahan terlihat dari raut muka Aiptu Sugiarto, saat Awang mengatakan bahwa dirinya bersama ACC Finance Surabaya, telah sepakat untuk menyerahkan mobil tersebut pada ACC Surabaya, dengan membawa Surat Kuasa Penarikan, yang telah diterbitkan oleh Recovery Managemen Head dengan No. 07/400401/C01/1605/35734. Tertanggal 09 May 2016.

“Halo mas, cepat segera ke kantor ya, karena pemilik mobil yang didampingi ACC Surabaya sudah ada dikantor” petikan percakapan Aiptu Sugiarto menghubungi debt. collector melalui telepon selulernya yang sempat direkam oleh awak media.

Selang beberapa menit kemudian berdatangan segerombolan debt collector ke polsek hingga berjumlah belasan orang, selain itu, tindakan arogan muncul dari debt. collector terhadap awak media yang ingin mengambil gambar barang bukti (bb) yang ada di halaman kantor polsek lumajang kota, awak media diancam oleh salah seorang debt. collector persis dihalaman polsek untuk tidak mengambil gambar barang bukti mobil yang terparkir.

“berani-beraninya kamu masuk diwilayah kita, saya kenal semua sama wartawan apapun yang ada di lumajang ini,” ucap salah satu debt. collector yang di ceritakan awak media cetak.
Kendati pasca pengancaman awak media terjadi, tidak adanya tindakan pengamanan dari polisi, bak seperti disengaja oleh pihak polisi yang tak memberi pengamanan terhadap awak media. Aiptu Sugiarto sendiri enggan berkomentar soal pengancaman tersebut.

Ditempat terpisah Direktur Eksekutif Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPK), Jawa Timur, Drs. Achmadi MS, menyayangkan sikap yang dilalkukan oleh Polisi yang sangat bertentengan dengan UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. “Ini sangat mencederai kepercayaan masyakat pada polisi, yang cenderung berpihak kepada debt collector polisi itu adalah Pelayan, Pelindung, dan Pengayom masyarakat, bukan malah sebaliknya” tegas Achmadi. (ad/rdi)

Posting Komentar

 
Top