0
JAKARTA - Sejumlah partai di Ibu Kota hingga kini belum menentukan nama-nama yang akan dijagokan di Pilgub Tahun 2017. Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, merujuk pada pertarungan Pilgub DKI Jakarta 2012 silam, partai-partai memilih untuk mengumumkan calonnya di periode last minute.

"Last minute pengumuman tidak masalah, Jokowi dulu juga last minute. Selama tokohnya punya tabungan popularitas tidak masalah," ujar Hendri kepada Wartawan, Minggu (29/5/2016).

Selain tak mau terburu-buru, sejumlah partai saat ini tengah mempersiapkan koalisi mendukung calon yang sama. PDIP dan Gerindra misalnya, saat ini tengah berupaya menjajaki kemungkinan koalisi seperti Pilgub 2012 silam.

"Banyak partai-partai besar yang menggunakan strategi PDIP-Gerindra di Pilgub lalu. Menunggu, mereka tidak mau buru-buru. Sekarang ada wacana PDIP mau sama Gerindra lagi," imbuhnya.

Hendri menganggap, alasan lain yang membuat partai-partai di DKI Jakarta belum mengumumkan nama calon Gubernur ialah masih menunggu status hukum Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Mantan Bupati Belitung Timur itu memang bolak-balik dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus RS Sumber Waras dan reklamasi Teluk Jakarta.

"Pertama menunggu status hukum Ahok karena berkali-kali diperiksa KPK. Kedua, masih dilihat siapa kira-kira figur yang tepat," tandasnya. (day/rdi)

Posting Komentar

 
Top