0
Empat Pelaku Pencurian Janur Diwilayah Lambangsari Sangat Meresahkan Warga Setempat
MALANG - Warga  Dusun Bringin, Desa Lambangsari Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang akhir-akhir ini resah dengan maraknya pencurian Janur, Karena setiap hari warga sering kali kehilangan janur, akhirnya pemilik pohon kelapa yang seringkali hilang janurnya, bersepakat mengintai para pelaku yang sering beraksi di ladang mereka.
Alhasil hari selasa (13/04/16), pagi warga dan pemilik janur berhasil memergoki keempat pelaku yang sedang mengambil janur di kebun mereka, betapa kagetnya pemilik kebun tersebut, karena keempat pelaku pencurian janur itu masih tetangga sendiri, yaitu yaitu, MA, SM, HSN, dan MFR, semuanya warga Lambangsari.

Setelah ke-empat tertangkap basah akhirnya para pelaku diajak kerumah pemilik kebun yang janurnya dicuri beserta barang bukti janur dalam keadaan sudah diikat, sebanyak 3 ikat besar yang saat ini masih tersimpan dirumah korban yang bernama Toha, warga Bringin Desa Lambagsari yang sejak lama bekerja di Surabaya.
Setelah kejadian tersebut Toha selaku pemilik kebun dan pohon kelapa tersebut, menghubungi  perangkat desa yang berinisial AH, melalui telpon selulernya, untuk melaporkan kejadian yang sedang dialaminya, namun jawaban dari perangkat desa tersebut malah menyudutkan korban, dengan kata-kata, “ Kalau Tidak Terima Janurnya dicuri Jangan ditanam di kebun, Tanam saja di depan rumahnya biar aman” ucap Toha pada Koran ini.

Dua hari setelah setelah kejadian tersebut korban mengadukan ke LPK Jawa Timur, untuk membantu menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan, mengingat para pelaku masih tetangganya sendiri, untuk membuat kesepakatan bahwa pelaku tidak akan mengulangi kembali perbuatannya dikemudian hari, namun kesepakatan itu menjadi batal karena ulah oknum perangkat desa yang selalu melindungi para pelaku pencurian janur, Terangnya.
 Bahkan perangkat desa AH, sempat mengancam korban dengan mengajak carok, (berkelahi red), sambil berkata, bahwa didaerah ini tidak ada polisi yang berani menangkap para pelaku pencuri janur apalagi penadah atau juragan yang biasa membeli janur dari tangan pencuri, karena pembeli janur tergolong orang kuat yang kebal hukum di wilayah Kabupaten Malang, khususnya daerah Dampit, imbuhnya.
Ditempat terpisah Direktur Eksekutif LPK Jawa Timur, Achmadi MS, membenarkan adanya mediasi terhadap laporan Toha terkait pencurian janur di desa Lambangsari, memang awalnya sudah ada kesepakan antara pelaku dan korban untuk menyelesaikan perkara tersebut dengan jalan damai/kekeluargaan, namun tiba-tiba kesepakatan itu menjadi terhambat dengan adanya campur tangan perangkat desa AH, terang Achmadi.

“Kalo memang benar informasi yang saya terima dari warga dan LSM setempat, bahwa para pelaku pencurian dan penadah janur hasil curian di beckingi aparat setempat, itu sangat di sayangkan, karena aparat penegak hukum wajib melindungi rakyat yang menjadi korban kejahatan bukan malah di takut-takuti apalagi sampai mengajak berkelahi, Polisi tidak boleh tutup mata, harus menangkap para pelaku pencurian yang telah meresahkan warga” paparnya.

Toha menambahkan kebanyakan korban pencurian janur di desa tersebut tidak berani melapor ke Polisi karena begitu ada pencurian janur tertangkap tangan langsung di selesaikan oleh oknum aparat desa setempat, anehnya bukan malah jerah para pelaku pencurian janur malahan 2 tahun belakangan ini semakin meresahkan warga, karena tidak pernah menikmati hasil panen, phon kelapa yang telah diambil daunnya tidak pernah berbuah, pungkasnya. (tim/rdi)

Posting Komentar

 
Top