0
SURABAYA - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Salim Kancil masih beragendakan pemeriksaan para saksi. Kali ini mantan Kapolsek Pasirian AKP Sudarminto dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan.
Sidang yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya itu dipimpin Majelis Hakim Sigit Sutanto dengan hakim anggota Anton Widyopriono dan Agung Suhendro. Dalam persidangan yang digelar terbuka itu, saksi Sudarminto menjelaskan ikhwal terjadinya penambangan ilegal yang memicu terbunuhnya Salim Kancil serta penganiayaan terhadap Tosan.

Menurutnya, sebelum terjadinya penambangan pasir di Kawasan tersebut, sudah muncul rencana pembangunan Desa Wisata di kawasan tersebut. "Sebelum penambangan ada wacana dari Kepala Desa Selok Awar awar untuk membuat danau sebagai kawasan Desa Wisata di kawasan tersebut. Adanya Desa Wisata ini jauh sebelum peristiwa penambangan pasir di kawasan tersebut," kata Sudarminto di hadapan majelis Hakim, Kamis (10/3/2016).

Ia juga mengatakan, dalam proses tersebut juga telah muncul penolakan dari Tosan Cs. Mereka merasa bahwa aliran irigasi sawah yang berada di kawasan tersebut terganggu. Air menjadi tidak normal.
Penolakan itu lantas berujung mediasi. Kata Sudarminto, berkali-kali pihaknya bersama Muspika Pasirian memfasilitasi mediasi antara pihak pro dan kontra. Hingga akhirnya, setelah danau wisata itu terwujud, rupanya aktivitas penambangan tidak berhenti.

"Massa yang anti tambang sempat melakukan aksi dengan cara menghadang sejumlah truk pasir yang melintas. Mereka melakukan aksi dengan menempel sejumlah poster di badan truk yang intinya menolak keberadaan tambang pasir dan meminta dihentikan," jelasnya.

Bersama Muspika setempat terus dilakukan mediasi hingga pada 10 September 2015, Kepala Desa Selok Awar-awar sepekat untuk menghentikan aktifitas penambangan pasir. Kesepakatan itu tertulis dan disaksikan sejumlah Muspika. Rupanya, aksi penambangan terus berjalan hingga puncaknya pada tanggal 26 September terjadi pembantaian Salim Kancil dan penganiayaan terhadap Tosan.

Pada kesempatan itu, Hakim Sigit Sutanto menanyakan kepada saksi terkait adanya Tim 12 dan Mat Dasir (salah satu terdakwa Pembunuhan Salim Kancil). Sudarminto mengaku tidak tahu adanya Tim 12 namun ia kenal dengan Mat Dasir. "Yang saya tahu Mat Dasir adalah ketua LMDH yang merupakan orang Kepala Desa," ujarnya.

Sidang kasus pembunuhan Salim Kancil seperti biasanya menggunakan dua ruang sidang yakni Ruang Sidang Cakra dan Ruang Sidang Candra. Sidang yang digelar terbuka ini mendapat penjagaan cukup ketat dari kepolisian.(rdi)
 

Posting Komentar

 
Top