0
SURABAYA - Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dibantu oleh Jatanras Polrestabes Surabaya, menembak kedua kaki Pitono Mulyo (24),
Sebab pria tinggal di Jalan Genting IV no 72 Surabaya ini adalah pelaku eksekutor perampasan senjata api (senpi) anggota Satnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Brigadir Taufan Syahril.

"Namun ketika petugas meminta untuk menunjukan lokasi penyimpanan senjata api, ternyata Pitono berusaha kabur, akhirnya berintadak tegas polisi menembak kakinya," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Arnapi, Rabu (2/3/2016).

Kepada petugas Pitono mengatakan, awal melakukan perampasan tas milik Taufan dilakukan bersama rekanya yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni RH. Keduanya baru mengetahiui kalau tas tersebut berisi uang senilai Rp 4,5 juta dan senpi.

"Akhirnya uang tanai dibagi menjadi dua, sedangkan senpi beserta enam butir peluru dibawa Pitono. Karena takut senpi sempat dititipkan kepada Chomsun," lanjut pewira menangah dengan dua melati di pundaknya ini.

Takut dicari pihak kepolisian, Pitono mengajak Setiawan untuk kabur ke Denpasar Bali. Beberapa hari di pulau dewata, Setiawan disuruh kembali ke Surabaya untuk mengambil senpi yang dibawa oleh Chomsun yang kos di jalan Sememi.

Begitu mendapatkan senpi, Setiawan memberikan senpi beserta pelurunya kepada Budiantoni yang seterusnya dibawa ke Denpasar, untuk menemui Pitono, selantjutnya senpi langsung disebunyikan dengan cara dikubur dibawah kandang burung.

"Rencananya senpi akan dijual seharga Rp 7 juta," pungkas Arnapi.(rdi)

Posting Komentar

 
Top