0
SURABAYA - La Nyalla Mattalitti ‘menghilang’. Kabar yang berhembus Ketua Umum PSSI itu berada di Malaysia. Sementara pengacara Ketua Kadin Jatim itu, yakni Ahmad Riyadh mengaku tidak tahu keberadaan kliennya.
Menurut Riyadh, pihaknya belum bertemu dengan La Nyalla pasca pemanggilan ketiga oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Dia mengaku hanya berkomunikasi lewat telepon saja.

“Saya tidak tahu (La Nyalla) berada di luar negeri atau tidak. Kalau di luar negeri kan tinggal dicek. Komunikasi melalui telepon. Menanyakan apakah suratnya (permohonan penundaan pemeriksaan) sudah dikirim atau belum,” jelas Riyadh kepada wartawan, Senin (28/3/2016).

Saat ini La Nyalla sudah mangkir untuk ketiga kalinya. Untuk panggilan ketiga ini yang dijadwalkan Senin, 28 Maret 2016, La Nyalla kembali mangkir.

Saat Riyadh disinggung soal rencana jemput paksa oleh pihak kejaksaan, dirinya mengaku akan menempuh jalur hukum bila hal itu terjadi. “Kalau (jemput) paksa, kita layani sesuai hukum juga,” tandasnya.

Sekedar diketahui, La Nyalla telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jatim pada Rabu (16/3/2016), melalui Surat Penyidikan Nomor 256/0.5/Fd.1/03/2016 prihal dugaan korupsi dana hibah Kadin Rp 5,3 milliar untuk membeli IPO Bank Jatim.

Nah, dengan beredarnya kabar keberadaan La Nyalla di Malaysia, tentu membuat kejaksaan gerah. Karena itu Kejaksaan Agung RI mulai turun tangan.

Mereka langsung mengadakan koordinasi dengan Kejati Jatim untuk memburu La Nyalla Mattalitti.
“Sekarang Kejagung turun, kami (Kejati Jatim) juga mengerahkan tim untuk mencari keberadaannya,” demikian disampaikan Kajati Jatim Elieser Sahat Maruli Hutagalung di gedung Kejati Jatim, Senin (28/3/2016).

Kata Maruli, pihaknya akan menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO)mulai Selasa (29/3/2016). Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Interpol dan Mabes Polri hingga La Nyalla ditemukan.

“Di manapun berada, tim sudah bekerja melacak kalau tidak ada di Indonesia, kita nyatakan DPO. Setelah itu, kita bisa minta bantuan dengan Interpol dan Mabes Polri,” tuturnya.(rdi)


Posting Komentar

 
Top