0
SURABAYA - Mantan Kapolsek Pasirian AKP Sudarminto enggan menanggapi tuduhan dari saksi Hariono, Kades Selok Awar Awar non-aktif. Pada sidang sebelumnya, Hariono mengaku menyetor Rp1 Juta per bulan kepada Muspika Pasirian. Salah satunya adalah Kapolsek Pasirian yang pada waktu itu dijabat oleh Sudarminto.

Sudarminto dihadirkan dalam kasus pembunuhan Salim Kancil oleh majelis hakim yang diketuai Sigit Sutanto. Dia diminta memberikan keterangan terkiat peristiwa Salim Kancil. Dan Sudarminto keluar dari ruang sidang Cakra sekitar pukul 12.15 Wib. Saat keluar sejumlah awak media sudah berada di depan pintu ruang sidang.

Saat ditanya tanggapan atas pernyataan saksi, Sudarminto memilih menghidar. Ia mengaku tidak mau berbicara apapun.

"Sudah... Sudah... Saya nggak bisa memberikan pernyataan mohon maaf," kata Sudarminto sembari 'ngacir' meninggalkan sejumlah wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jalan Arjuno, Kamis (10/3/2016).
Bahkan, Sudarminto juga tidak mau menjawab ketika ditanya kronologis peristiwa pembantaian Tosan dan Pembunuhan Salim Kacil.

Seperti diberitakan, pada sidang sebelumnya, Hariono merinci pendatapatan saat mengelola tambang pasir ilegal di Desa Selok Awar Awar itu. Di hadapan Majelis Hakim, Hariono mengaku bahwa Muspika Pasirian yang terosir dari Camat, Danramil dan Kapolsek tidak terlibat dalam aktivitas tambang pasir ilegal. Namun, pihaknya memberikan setoran sebesar Rp1 Juta kepada masing-masing Muspika sejak tahun 2010.

"Uang diberikan tanpa permintaan apa-apa hanya kami beri jatah Camat, Danramil, Kapolsek Rp1 Juta per bulan. Saya yang menyerahkan sendiri," kata Hariono.
"Ya judulnya ngasih saja tidak ada permintaan apapun," ujar Hariono kala itu.(rdi)

Posting Komentar

 
Top