0
SORONG – Labora Sitorus, terpidana 15 tahun penjara akibat kasus pembalakan liar dan penimbunan bahan bakar, menolak untuk dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang Jakarta. Saat ini, Labora merupakan tahanan Lapas Sorong. Namun akibat penyakit stroke yang dideritanya, ia jarang berada di lapas.

Labora Sitorus harus menjalani terapi pemijatan dan perawatan di rumahnya di kawasan Tampa Garam Rufei, Kota Sorong, Papua Barat. Hal ini membuatnya jarang berada di Lapas Sorong. Kemenkumham pun berencana memboyong Labora untuk dipindahkan ke Lapas Cipinang. Namun, Labora menolaknya. Bahkan ia mengancam akan bunuh diri jika benar dipindahkan ke Lapas Cipinang.

Bahkan, pihak keluarga sudah menyiapkan peti mati di rumahnya andai Kemenkumham ngotot memindahkan Labora ke Lapas Cipinang. Peti mati dipersiapkan sebagai ancaman bahwa dirinya akan bunuh diri bila dipindah.

Labora merasa tak bersalah akan kasus yang menjeratnya. Bahkan dari tingkat penyidik hingga putusan hukum, ia mengklaim telah terjadi rekayasa. Ia pun menolak dipindahkan ke Lapas Cipinang karena merasa tidak bersalah.

Sekadar diketahui, Kemenkumham berencana memindahkan Labora ke Lapas Cipinang. Pihak kementerian menjanjikan Labora dapat menjalani perawatan medis selama menjalani proses hukumannya.

Bahkan sejak Jumat, tim advance Kemenkumham sudah melakukan rapat koordinasi dengan pejabat terkait, di antarnya Kanwil Hukum dan HAM Papua Barat, Kapolresta Sorong, Kejaksaan Negeri Sorong, Pengadilan Negeri Sorong, dan Lapas Sorong terkait rencana pemindahan Labora Sitorus.

Diberitakan sebelumnya, selama ini Labora menderita stroke akibat depresi. Ia mendapat izin berobat agar dapat kembali ke rumahnya untuk menjalani perawatan. Labora telah divonis 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp5 miliar pada 17 september 2014 dalam kasus pembalakan liar dan penimbunan bahan bakar minyak. Ia juga tersangkut kasus tindak pidana pencucian uang karena kepemilikan dana di rekening bank sebesar Rp1,5 triliun.(rdi)

Posting Komentar

 
Top