0
SUMENEP – Sedikitnya 75 orang warga Desa Tenunan, Kecamatan Manding, Sumenep, mengepung markas Kepolisian Sektor ( Mapolsek ) Manding, Kamis (4/2/2016).

Mereka menolak lima orang warga tersangka pelaku penganiayaan yang diakui sebagai kerabatnya dipindah dari tahanan Polsek Manding ke Rutan Sumenep, bahkan mereka minta kelima tersangka dibebaskan.

Kedatangan massa yang sempat berupaya akan memasuki ruang tahanan Mapolsek Manding dan ingin mengeluarkan kelima tersangka, gagal setelah dihadang dua truk pasukan Dalmas polisi dari Polres Sumenep.

Warga mundur ketika polisi mulai bertindak dan mengamankan kelima tersangka, lalu dibawa menggunakan truk ke Mapolres Sumen Madura.

Kelima tersangka yang diamankan, yakni Marwatun, Sutantini, Mahfud, Mulayani dan Moh Fathorrohman semuanya warga Desa Tenunan, Kecamatan Manding Sumenep. Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi setelah dituduh menganiaya terhadap korban Nur Aini, beberapa waktu lalu.

Idrus, salah seorang warga yang mendatangi Mapolsek Manding menilai, tindakan polisi menetapkan kelima orang tersebut sebagai tersangka pelaku penganiayaan sangat berlebihan. Karena fakta terjadinya penganiayaan tersebut tidak sesuai isi laporan kepada polisi bahkan terkesan mengada-ada.

‘’Mereka bukan pelaku dan hanya melerai saat terjadinya perkelahian, dan pelapor-lah yang memulai perkelahian, namun malah lima orang itu dijadikan tersangka pengeroyokan lagi. Jadi, mestinya polisi benar-benar menyelidiki, bukan menerima laporan sepihak saja,’’ papar Idrus.(so/pr)

Posting Komentar

 
Top