0
Poto Ilustrasi
SURABAYA - Manager Club Deluxe, Mahmud Subriyono, segera menghadapi tuntutan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim lantaran diduga telah menjadi perantara pelacuran atau mucikari terhadap dua anak buahnya, yakni LN dan WN yang bekerja sebagai purel atau escort lady di Club Deluxe.

Dalam berkas dakwaan Jaksa Sri Apritini dan Djuwariyah, terdakwa  Mahmud didakwa melanggar Pasal 296 KUHP tentang memudahkan perbuatan cabul orang lain dengan orang lain dan menjadikannya  sebagai pencaharian atau kebiasaan. Junto pasal 506 KUHP tentang menarik keuntungan dari perbuatan cabul dan menjadikannya sebagai pencaharian. Mahmud  juga  didakwa melanggar pasal 55 KUHP tentang turut serta melakukan perbuatan tersebut di atas.

Rahmat Hary Basuki, sebagai jaksa pengganti untuk menyidangkan perkara ini, sedikit berkomentar dan membeberkan tentang agenda tuntutan kasus pelacuran yang membelit manager Club Deluxe tersebut. "Rencananya, akan digelar 2 minggu akan datang ," ujarnya.

Mahmud ditangkap Direskrimum Polda Jatim pada Mei 2015 lalu , setelah lebih dulu menangkap dua anak buahnya LN dan WN yang sedang dibooking oleh pria hidung belang berinisal SN dan YTN di Hotel Cosmo Jalan Embong Malang Surabaya.

Sebelum menikmati tubuh dua purel itu, SN dan YTN terlebih dulu membayar jasa plus-plusnya ke kasir Club Deluxe. Tarif  LS Rp 2.640.000 sedangkan WN Rp 1.540.000. Dari booking out itu, manajemen Club Deluxe mendapat bagian sebesar 50 persen.

Selain Mahmud, kasus ini juga melibatkan Mami Lusia Ningsih, Mami Natali, dan Papi Mulyono. Namun sayang, tidak lama ditangkap, Mami dan Papi Club Deluxe dinyatakan sebagai buronan atau Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kendati demikian,  sejak kasus ini diungkap polisi hingga di tingkat Kejaksaan dan Pengadilan, Mahmud tak pernah merasakan pengapnya udara penjara.  Pasalnya,  status penahanan Mahmud dialihkan dari tahanan negara  menjadi tahanan kota.  Mahmud pun masih melenggang menghirupudara segar dan susu segar. (ad/pr)

Posting Komentar

 
Top