0
SURABAYA - Arogansi kinerja Satpol PP Kota Surabaya masih terjadi. Kali ini menimpa kuli bangunan di kawasan Kapas Krampung, korban pertama berinisial TL. AA. Dan AG. Ketiganya warga kota Surabaya. 
Menurut kesaksian salah seorang saksi mata, korban yang disangka anak Punk dihajar oleh Satpol PP Kota Surabaya, saat berada di taman Mundu,  "Saat korban nongkrong, tiba-tiba ada sekelompok Satpol PP datang, menyeret dan menghajar korban," katanya pada wartawan Minggu (31/1/16).

Saat wartawan menkorfirmasi kejadian tersebut, korban membenarkan atas apa yang dialaminya,  “Sudah mas. Urusannya sudah selesai. Urusan rumah sakit, obat, sudah ditanggung Satpol PP. kami engga apa-apa kok, cuma libur sehari kerja saja lagian kejadian itu terjadi sudah seminggu lalu” Terangnya.

Pernyataan tersebut jelas membuat geram, salah satu, Ketua LSM di Surabaya yang juga bagian dari Solidaritas Aktivis Anti Kekerasan, Surabaya, "Habis menganiaya anak mahasiswa, terus polisi cepek, Jl. Demak, sekarang pekerja bangunan” tuturnya, geram.(ad/pr)


Posting Komentar

 
Top