0
SURABAYA - Senjata api milik Hengky Liman (46), warga Perum Babatan Pratama Wiyung  gang 16 Blok T no 20 yang ditangkap petugas Polrestabes Surabaya atas 'sok koboi'-nya, dibeli tersangka secara online dari seseorang di Jakarta pada bulan Desember 2015 lalu.


Dari keterangan tersangka, senjata api (Senpi) jenis Five Seven (FN) merek Ekol Firat Magnum Kaliber 9 mm itu, dibeli seharga harga Rp 3,5 juta.

"Dalam pengakuan tersangka kepda petugas senpi yang saya gunakan kemarin dibeli secara online," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, menirukan ucapan tersangka, Mingggu (14/2/2016).

Ditambahkan Takdir, dalam pembelian itu, tersangka juga mendapatkan 5 butir peluru hampa. "Dua peluru digunakan untuk mencoba ketika baru membeli. Dua digunakan saat di perusahaan, dan yang satu lagi digunakan tersangka saat di gerbang masuk perumahannya," terang Takdir.

Hengky mengaku membeli senjata api hanya untuk menjaga diri. Apalagi dirinya juga mengaku kerap membawa uang banyak untuk gaji karyawannya sebagai pengusaha plastik di Prigen. "Hanya buat jaga-jaga, sebab saya kalau berpergian selalu membawa uang ratusan juta," aku tersangka.

Meskipun memakai peluru hampa dan untuk berjaga-jaga, senpi tersebut ternyata tidak disertai izin kepemilikan. Kini, polisi menjerat tersangka dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang senja api dan pasal 335 KUHP ancaman hukuman penjara kurang lebih 12 tahun. (rdi)

Posting Komentar

 
Top