0
JAKARTA - Salah seorang saksi ahli dalam sidang praperadilan Jessica Kumala Wongso, tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin, yakni Arbijoto memberikan penjelasannya mengenai hierarki kepolisian.

"Polisi cuma (ada) satu, Kapolri. Yang lainnya adalah bawahan. Jadi, apa yang dilakukan oleh bawahannya, menjadi tanggungjawab atasannya lagi. Itulah, mengapa bawahan gajinya lebih kecil, karena tanggungjawabnya cuma sedikit. Makin tinggi dia gajinya, makin tinggi tanggungjawabnya," jelas Arbijoto usai memberikan keterangan sebagai saksi ahli di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2016).

Arbijoto yang mengaku pernah menjabat sebagai Hakim Agung periode 1998 sampai 2006, dan kini menjadi dosen Hukum Universitas Trisakti tersebut menganalogikan hal tersebut seperti anak kecil yang berbuat kenakalan, maka orangtuanya yang bertanggung jawab.

"Hukum itu otak. Kalau anak kecil berbuat nakal, maka orang tuanya yang bertanggung jawab. Itu ditentukan di pasal 3 KUHAP," tambahnya.

Ia juga mengatakan, jika mengacu pada sistem hierarki yang dijelaskannya tadi, sidang praperadilan yang diajukan Jessica tidak salah sasaran seperti yang dikatakan oleh pihak kepolisian.

"Tapi kan sampai Polda berbuat begitu (menetapkan status Jessica jadi tersangka), karena ada laporan dari polsek. Maka dikatakan vertikal," pungkasnya.(oz/rdi)

Posting Komentar

 
Top