0
SIDOARJO - Kodim 0816/Sidoarjo melaksanakan tanam padi dengan menggunakan Alsintan Tranplanter di Wilayah Desa Randegan Kec. Tanggulangin Kab. Sidoarjo. Adapun yang hadir dalam kegiatan tanam padi ini antara lain Kepala Dinas Pertanian Kab Sidoarjo (Ir. Anik Pudji Astuti), Danramil 06/Tanggulangin (Kapten Inf Dwi Umiyanto), Kepala Dinas Pengairan Kab. Sidoarjo (Ir. Fathurrohman, M.Si), Kepala Desa Randegan beserta Perangkat Desanya, Mantri, PPL & POPT Kecamatan Tanggulangin, Kelompok Tani Sumber Makmur dan Anggota Koramil 06/Tanggulangin.

Upaya Komandan Kodim 0816/Sidoarjo dalam meningkatkan hasil Swasembada Pangan (Letkol Inf Andre Julian, S.IP) menekankan kepada seluruh anggota jajaran Kodim 0816/Sidoarjo agar selalu melaksanakan pendampingan dan pengawasan kepada kelompok tani masing-masing.  

Dalam hal ini,  Babinsa Ramil 06/Tanggulangin melihat adanya tanah Kas milik Desa Randegan Kec. Tanggulangin dengan luas 7 HA yang tidak dipergunakan, Peltu Kartono dan Serma Burhanudin selaku Babinsa wilayah Desa Randegan melakukan Koordinasi dengan Kepala Desa dan Kelompok Tani Sumber Makmur agar mendayagunakan Lahan tersebut untuk ditanam padi dengan tujuan menambah luas tanam padi di wilayah Kec. Tanggulangin.         

Kepala Desa dan kelompok tani telah menyetujuinya, selanjutnya para babinsa melakukan pendampingan dengan para petani untuk melaksanakan penanaman padi dengan bibit IR M4 dan menggunakan alat tanam Alsintan Transplanter Brigade.

Kegiatan ini merupakan uji coba dengan menggunakan alsintan tranplanter dan mengharapkan mendapatkan hasil yang memuaskan dan mencapai target yang di berikan pemerintah untuk upaya ketahanan pangan tetap stabil bahkan hasilnya meningkat.

Selain itu, tidak semua petani dapat mengoperasikan alat Tranplanter dan para petani masih awan menggunakan alat tersebut ini karena Alsintan ini merupakan alat modern dan canggih. Oleh karena itu, para Babinsa harus memberitahukan dan mendapingi para petani untuk cara kerja menggunakan Tranplanter tersebut.        

Alat ini dapat di gunakan untuk percepatan tanam padi  dengan sempurna di lahan yang luas maupun lahan yang sempit. Menanam bibit khusus yang telah disediakan dan menanamnya di lubang khusus yang sudah di atur dengan alat Transplanter tersebut.

Hal ini di harapkan lebih memudahkan dan efisiensi bertani meningkat serta para petani juga mengharapkan biaya produksi menurun dan tidak terlalu membebani para petani sehingga dapat mencapai target hasil panen dan meningkatkan intensitas pertanaman (IP)serta meningkatan pendapatan petani.(Pen/rdi).

Posting Komentar

 
Top