0
Surabaya – Persidangan Lamborghini Maut dengan terdakwa Wiyang Lautner tetap memasuki agenda keterangan saksi, Rabu (17/2/2016).

Saksi ke empat yang dihadirkan dalam persidangan ini, adalah Yoyok (50) pengemudi taksi Blue Bird yang kerap mangkal di jalan Manyar Kertoadi, Surabaya.

Dalam kesaksiaannya Yoyok  menceritakan kronologi kecelakaan yang menewaskan satu orang itu.
Ia menuturkan, pada hari Minggu 29 Nopember dini hari, dalam jarak pandang sekitar 30 meter, dia melihat ada dua mobil berwarna merah dan hitam mengeluarkan suara meraung-raung, melesat dengan kecepatan sekitar 90 km/jam sebelum salah satunya kehilangan kendali dan akhirnya menabrak sisi kanan trotoar jalan.
“Dari kaca spion tengah, saya melihat mobil berwarna merah dan hitam melesat, lantas menyalip taksi yang saya kendarai dari sisi kiri, lalu mobil yang berwarna hitam (red-Lamborghini) menghantam trotoar yang ada di sisi kanan jalan, selanjutnya terpelanting menerjang warung STMJ milik Mujianto dan pohon, ” ungkap Yoyok kepada majelis hakim.

Pasca kejadian tabrakan maut, Ia juga mengaku melihat mobil Ferari warna merah berhenti sebentar di perempatan lampu merah jalan Manyar sebelum melarikan diri meninggalkan tempat kejadian laka lantas.
“Ferari itu sempat berhenti sebentar karena lampu merah. Taksi saya tepat dibelakangnya jaraknya sekitar 30 meter dari mobil Ferari. Setelah menabrak, kondisi Lamborghini pada saat itu Penyok di bagian kanan depan,” terang Suprapto kepada Hakim Burhanudin.

Keterangan Yoyok tersebut sepertinya senada dengan kesaksian Suprapto, pengemudi becak yang sebelumnya menuturkan, pada hari Minggu 29 Nopember, sekitar jam 4.20 pagi
hari, dalam jarak pandang sekitar 200 meter, dia melihat ada dua mobil berwarna merah dan hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi sebelum salah satunya kehilangan kendali dan akhirnya menabrak.
“Mobil yang dikendarai terdakwa sepertinya terbang, setinggi 2 meter, lalu menukik dan terpelanting sejauh 6 meter, lantas menabrak warung STMJ milik Mujianto, ” ungkap Suprapto kepada majelis hakim pada 3/2/2016 yang lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut itu terjadi pada Minggu pagi, 29 November 2015 lalu. Mobil super cepat bermerk Lamborghini yang melaju bersama Ferrari merah tiba-tiba oleng ke kiri dan menyeruduk warung

STMJ di sisi kiri jalan Manyar Kertoadi, Surabaya.
Akibatnya, Kuswarijono (51), pembeli STMJ, tewas di tempat terseruduk mobil seharga Rp 6,1 miliar yang dibeli pada tahun 2014 tersebut. Dua orang lainnya, Mujianto (45) dan Srikanti (41) mengalami luka berat. (dn/rdi)

Posting Komentar

 
Top