0
JAKARTA – Membludaknya imigran gelap di Indonesia sering kali tidak disadari oleh masyarakat kita. Imigran gelap tersebut sering kali dianggap sebagai turis asing biasa, yang derajatnya lebih tinggi. Para imigran ini sering kali dianggap sebagai orang yang memiliki banyak uang dan pantas mendapatkan perlakuan lebih di negara ini. Terlebih lagi dengan kenyataan di Indonesia yang seperti ‘mendewakan’ para turis asing yang notabene imigran gelap ini.

Ada bahaya yang sebenarnya pantas ditakutkan oleh masyarakat Indonesia
 secara luas. Dirjen Imigrasi Dr. Ronny Franky Sompie, SH, MH
Sempitnya pola pikir masyarakat yang berada di daerah pedalaman (lokasi awal ditemukannya imigran gelap biasanya dari pedalaman menggunakan kelemahan dari imigrasi kita, sebelum akhirnya masuk ke kota besar) bisa menyebabkan mereka jadi warganegara Indonesia tanpa tersaring badan yang berwenang (seperti Imigrasi).

Kenapa Imigran Gelap bisa ada di Indonesia? Karena Indonesia sebagai salah satu jalur perdagangan manusia yang terkenal di mata imigran gelap, setelah Malaysia. Mereka tahu, bahwa di Indonesia akan ditanggani oleh Perserikatan Bangsa Bangsa untuk masalah pencarian suaka.

Pengawasan Orang Asing
Instansi yang berwenang melakukan penegakan hukum terhadap orang asing adalah Imigrasi dan Polri (Satuan Pengawasan Orang Asing Polda Metro Jaya) untuk tingkat Polda Metro Jaya. Penegakan hukum terhadap orang asing ada dua macam yaitu tindakan yustisial dan tindakan keimigrasian.

Tindakan yustisial prosesnya seperti proses penyidikan, untuk diajukan ke sidang pengadilan, sedangkan tindakan keimigrasian adalah tindakan administratif dalam bidang keimigrasian di luar proses peradilan.
Dari kedua macam penegakan hukum terhadap orang asing, yang digunakan oleh Satuan Pengawasan Orang Asing Polda Metro Jaya selama periode 2 tahun terakhir, adalah tindakan keimigrasian, karena prosesnya mudah tidak memerlukan banyak waktu, tenaga dan pikiran.

Tindakan yustisial selama periode dua tahun terakhir baru satu kali, itupun ditangani oleh anggota yang baru direkrut, di luar Satuan Pengawasan Orang Asing, yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam penyidikan. Di samping kedua macam penegakan hukum, Satuan Pengawasan Orang Asing Polda Metro Jaya juga melakukan tindakan lain, di luar kedua ketentuan yang berlaku tersebut.

Di samping itu, karena sebagian dari hasil penyimpangan tersebut digunakan untuk menunjang pelaksanaan tugas. Salah satu cara untuk mencegah maraknya penyimpangan yang terjadi di tubuh Polri adalah dengan cara melakukan resosialisasi dan reinternalisasi doktrin-doktrin Polri, etika profesi yang merupakan pedoman bagi seluruh insan Polri dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian.
Di samping itu juga meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dilakukan secara terprogram dan berkesinambungan, sehingga akan dapat membentuk insan Polri yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sadar akan status dan peranannya sebagai insan Rastra Sewakotama. Bila setiap insan Polri telah memiliki iman dan taqwa yang kuat, niscaya penyimpangan di tubuh Polri umumnya dan khususnya di Satuan Pengawasan Orang Asing bisa ditiadakan atau minimal berkurang, dan secara bertahap bisa ditiadakan.
Untuk meningkatkan profesionalisme anggota Satuan Pengawasan Orang Asing Polda Metro Jaya, maka yang dilakukan adalah meningkatkan kemampuan dan keterampilan penyidikan dengan mengikutsertakan anggota dalam pendidikan kejuruan Reserse dan Intelijen serta melakukan pelatihan-pelatihan secara rutin dan berlanjut.

Namun yang lebih penting dari semuanya adalah, adanya kehendak dalam diri daripada individu untuk mau dan mampu melaksanakan tugas secara profesional demi meningkatkan citra Polri dalam mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Mekanisme Buat Parpor
Ada dua cara untuk melakukan permohonan pembuatan baru atau penggantian karena masa berlaku telah habis atau halaman penuh (perpanjang) paspor, yaitu dengan : 1. Manual / Datang Langsung (Walk – in) ke kantor imigrasi, 2. Elektronik/Online melalui website.

Pembuatan baru dan perpanjang paspor bisa dilakukan di Kantor Imigrasi manapun, meski tidak berdomisili di lokasi yang sama dengan domisili Kantor Imigrasi. Misal seorang pemohon yang berdomisili di Jakarta Pusat bisa mengajukan permohonan pembuatan/perpanjangan paspor di Jakarta Timur.

Persyaratan yang diperlukan untuk pembuatan paspor baru atau perpanjang hampir sama. Untuk perpanjangan atau penggantian paspor karena masa berlaku telah habis atau halaman penuh, paspor lama yang asli dan fotocopy harus disertakan karena paspor lama akan ditindaklanjuti dengan pencabutan.

Persyaratan Permohonan Paspor RI & Penggantian
Permohonan penggantian Paspor karena hilang bisa diajukan secara langsung oleh pemohon dengan mengisi aplikasi data dan melampirkan juga persyaratan: Surat lapor kehilangan dari kepolisian setempat; Kartu tanda penduduk yang masih berlaku; dan Kartu keluarga. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di paspor hilang.
Pembuatan baru/perpanjangan paspor yang dilakukan dengan datang langsung ke Kantor Imigrasi membutuhkan kesabaran yang amat sangat tinggi. Dimulai dari pengambilan nomor antrian.

Orang-orang yang ingin mengambil nomor antrian sudah mulai mengantri sejak Subuh. Mereka yang mengantri ini diberikan nomor kuota oleh petugas imigrasi. Ingat! nomor kuota ini Bukan nomor antrian.
Sekitar pukul 7 pagi, nomor antrian baru bisa diberikan dan syaratnya harus menunjukkan nomor kuota. Jadi, jika anda ingin pergi setelah mendapatkan nomor kuota, kembalilah sebelum pukul 7 untuk mendapatkan nomor antrian. Misal anda baru kembali lagi ke Kantor Imigrasi pukul 9, bisa dipastikan nomor kuota anda hangus dan diberikan kepada orang lain.

Persyaratan lainnya untuk mengambil nomor antrian adalah berkas persyaratan harus lengkap dan pemohon harus hadir saat pengambilan nomor antrian (tidak bisa diwakilkan meski pemohon tersebut adalah anak balita atau lansia).

Khusus untuk balita (batas umur maksimum 5 tahun), lansia (minimal umur 60 tahun), dan difabel (different ability) diberikan nomor antrian priority. Saat kantor imigrasi buka, pukul 07.30 pagi, pemanggilan nomor antrian diutamakan nomor antrian priority. Setelah nomor priority habis dipanggil barulah pemanggilan selain nomor antrian priority. Pemanggilan ini untuk pengecekan berkas dan mendapatkan nomor antrian foto dan wawancara.

Paspor Republik Indonesia adalah dokumen perjalanan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan perwakilan RI di luar negeri. Paspor ini hanya diberikan kepada Warga Negara Indonesia.

Paspor ini berisi 24 atau 48 halaman dan berlaku selama 5 tahun. Namun paspor yang diterbitkan oleh perwakilan RI di luar negeri lazimnya menerbitkan paspor dengan jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang 2 tahun setelahnya.

Visa
Visa adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah Negara memberikan seseorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu. (we/rdi)

Posting Komentar

 
Top