0
INDRAMAYU - Jojo Warjuhi (36) warga Desa Kertawinangun, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka ambruk setelah dilumpuhkan timah panas polisi. Jojo diketahui sebagai dukun palsu yang dapat menggandakan uang bersama kaki tangannya Syamsudin Nurhamsah (47).

Jojo yang merupakan warga asal Desa Cipancuh, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu itu diringkus petugas setelah merampas paksa sejumlah uang milik M Yasmin Torohadi (54), warga Perum Bukit Damai Sentosa, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko mengatakan, korban mengaku uang miliknya dirampas paksa oleh pelaku. Antara korban dan pelaku ini sebelumnya saling kenal.

Dari perkenalan tersebut, pelaku mengatakan kepada korban dapat menggandakan uang milik korban menjadi dua kali lipat dari yang diberikan. Korban pun tergiur, akhirnya setuju akan memberikan uang kepada pelaku.

"Pada saat uang akan diserahkan kepada dukun palsu. Di tengah perjalanan yakni di wilayah Kedokan, Kabupaten Indramayu dicegat oleh pelaku dan kawan-kawan. Para pelaku langsung mengambil paksa uang serta HP milik korban. Sebelumnya, ketertarikan korban karena diperlihatkan pelaku uang mainan yang mirip dengan uang asli sehingga korban percaya dan tergiur, " katanya.

Dengan adanya laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Indramayu dan beberapa anggota lainnya mendatangi tempat-tempat yang disebutkan korban. Akhirnya keberadaan pelaku terendus di Blok Kanem, Desa Cipedang, Kecamatan Bongas.

Namun, saat petugas akan meringkusnya, pelaku berusaha melarikan diri. Meski telah diberikan tembakan peringatan, pelaku tetap kabur. Hingga petugas melepaskan timah panas ke betis kanannya dan pelaku pun ambruk hingga harus mendapatkan pengobatan medis.

Sementara rekannya diamankan dari rumahnya tanpa adanya perlawanan. "Dari tangan tersangka kita sita barang bukti berupa uang palsu sebanyak Rp679.900.000, pecahan Rp100 ribu, satu mobil Toyota Avanza yang digunakannya sebagai alat kejahatan, 16 buah HP, 48 simcard berbagai provider serta uang hasil kejahatannya sebanyak Rp3.700.000.

Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman penjara paling lama 12 tahun sesuai dengan Pasal 365 KUHPidana.(okz/pr)

Posting Komentar

 
Top