0
JEMBER - Aparat kepolisian, TNI, Perhutani, dan elemen masyarakat lain melakukan operasi gabungan menutup 300 lubang tambang emas luar di Gunung Manggar, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (25/2/2016).
Tim Gabungan TNI/POLRI dan Perhutani Kab Jember

Operasi gabungan ini melibatkan 1.576 orang personel. "Kami menertibkan, karena tambang emas liar ini mengganggu ekosistem, kehidupan masyarakat sekitar, dan menjadi persoalan konflik yang tak pernah terselesaikan," kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Sabilul Alif.

Semua lubang ditutup dan lingkungan yang sempat rusak akan dikembalikan melalui penghijauan. Petugas kepolisian juga akan berjaga, memantau setiap orang yang masuk ke lingkungan hutan Gunung Manggar. Dalam sebulan ke depan, Kepolisian Resor Jember akan menempatkan satu peleton untuk berjaga setiap hari bersama TNI, Perhutani, dan masyarakat.

"Namun yang terpenting adalah memberi pemahaman kepada masyarakat sekitar, bahwa penambang liar ini adalah musuh kita bersama. Penambang liar harus kita perangi bersama," kata Sabilul.

Sebelum melakukan operasi gabungan beberapa minggu lalu, Sabilul sudah turun ke Gunung Manggar untuk mengecek situasi. Di sana, ia menemukan sejumlah warung dan tempat parkir. Setelah operasi penertiban hari ini, ia percaya, warung dan tempat parkir itu juga akan hilang. "Warung dan tempat parkir ini ada karena ada penambang liar," katanya.

Aparat kepolisian dan pemerintah sudah memberikan peringatan kepada warga sekitar agar menyerahkan alat-alat pengolahan emas liar. Warga diperbolehkan memiliki alat-alat itu, asalkan tidak digunakan untuk pengolahan emas liar. "Kalau masih digunakan untuk itu, maka akan diambil paksa dan disita. Kami akan tertibkan dulu, baru pekan depan turun ke bawah sekaligus razia," kata Sabilul. (bj/rdi)

Posting Komentar

 
Top