0
JOMBANG - Pemkab Jombang memberikan waktu satu minggu untuk Jari atau Gus Jari (40) beserta pengikutnya untuk bertaubat. Selama satu minggu itu pula, Jari yang mengaku sebagai Nabi Isa Habibullah ini akan mendapat pembinaan.

Penegasan itu dilontarkan Bupati Nyono Suharli Wihandoko menyusul terbitnya fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jombang yang menyatakan bahwa pengakuan Gus Jari sebagai Nabi Isa Habibullah adalah menyimpang dari akidah Islamiyah.

"Sebelumnya, kami sudah melakukan pembinaan. Namun dengan adanya fatwa MUI semakin menegaskan bawa ajaran Gus Jari menyimpang. Makanya pembinaan tetap kita lakukan hingga satu minggu ke depan," ujar Bupati Nyono usai menghadiri pelantikan DPD KNPI di pendapa Pemkab Jombang, Kamis (25/2/2016).

Dia menambahkan, jika dalam tenggang waktu satu minggu, warga Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh ini tidak mau merubah keyakinannya yang sudah menyimpang dari akidah Islamiyah, maka pemerintah daerah akan menyerahkan permasalahan tersebut ke ranah hukum. Artinya, lanjut bupati, polisi akan melakukan tindakan tegas.

Seperti diberitakan, Jari membuat pengakuan yang mengejutkan. Dia mengaku mendapatkan wahyu yang disebutnya sebagai Isa Habibullah atau Isa kekasih Allah. Diakuinya, wahyu tersebut dia terima pada Jumat Legi tahun 2004. Ketika itu Jari mondok di salah satu pesantren Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Saat itu, Jari sedang salat malam. Ketika sujud, dadanya serasa ditekan. Bersamaan dengan itu, Jari mendengar panggilan sebanyak 7 kali berupa ayat pertama Surat Yasin. Dari situ, warga Dusun Gempol ini mendapatkan petunjuk sebagai Isa Habibullah atau Isa kekasih Allah. (bj/rdi)

Posting Komentar

 
Top