0
JAKARTA – Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Takehiko Nakao memastikan pinjaman bagi Indonesia senilai 10 miliar dolar AS hingga lima tahun mendatang, atau dua miliar dolar AS per tahun, untuk pembangunan infrastruktur.

Nakao dalam keterangan pers tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, menyebutkan peningkatan pendanaan ADB bagi Indonesia akan mendukung prioritas pembangunan pemerintah, terutama untuk infrastruktur fisik dan sosial.

Dukungan ADB yang diberikan pada tahun 2016 itu akan dimanfaatkan untuk pembiayaan layanan pendidikan, pengelolaan keuangan publik, energi bersih, infrastruktur pedesaan dan pengendalian banjir.

Pada 2015, ADB telah memberikan dukungan senilai 1,67 miliar dolar AS yang dimanfaatkan untuk pinjaman program pengembangan pasar dan inklusi keuangan 400 juta dolar AS serta pinjaman program pengembangan sektor energi 400 juta dolar AS.

Selain itu, dukungan pembiayaan tersebut juga dimanfaatkan sebagai pinjaman untuk peningkatan dukungan jaringan transmisi dan distribusi listrik di kawasan Sumatera sebesar 600 juta dolar AS.

Hingga saat ini, ADB secara aktif mendorong pemanfaatan pinjaman berbasis kebijakan dan berbasis hasil, sehingga setiap pembiayaan proyek akan dikaitkan dengan hasil yang telah dicapai, bukan dari biaya proyek yang telah dibelanjakan.

Dalam kesempatan yang sama, Nakao seusai bertemu Presiden Joko Widodo, memuji keberhasilan pemerintah dalam mengelola perekonomian, yang ditandai dengan inflasi rendah serta defisit anggaran dan defisit transaksi berjalan yang menurun.

“Ditengah gejolak keuangan dunia dan merosotnya harga komoditas, reformasi ekonomi di berbagai bidang di Indonesia telah meningkatkan keyakinan pasar,” kata Nakao.

Nakao menambahkan sangat penting bagi Indonesia untuk melanjutkan dan memperkuat momentum reformasi yang akan membantu proses diversifikasi ekonomi dan memungkinkan seluruh penduduk Indonesia menikmati potensi pertumbuhan.(tmp/rdi)

Posting Komentar

 
Top