0
SURABAYA - Maslihatin dan para krebatnya datangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk menuntut keadilan terutama dalam hal persoalan hukum yang sedang membelitnya.

Warga Desa Sumurber Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik ini menyatakan dirinya adalah korban kasus pengrusakan stand pasar dan penganiayaan terhadap anak perempuannya yang ada di Desa Sumurber.

"Pelaku ada 14 orang dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik mengirimkan SPDP, namun sampai saat ini tidak diikuti dengan pelimpahan berkas ke Jaksa, bahkan laporan saya ini seolah-olah dibekukan," ujar Muslihatin.

Sementara Achmadi MS selaku Jubir (Jurur Bicara), Maslihatin ini juga memaparkan atas keluhan Muslihatin, bagaimana kinerja aparat penegak hukum terhadap kasus-kasus yang ada di Desa Sumurber kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Selama ini

"Kami harus meminta perlindungan ke siapa? Apabila setiap tindak kejahatan yang kami laporkan selalu tidak ada proses kelanjutannya,alias jalan di tempat" ujar dia.

Selain meminta perlindungan hukum dan menuntut keadilan ke Kejati Jatim, pihaknya juga sudah pernah mengadu ke Polda Jatim, dan juga Mabes Polri, terkait penyidikan perkara yang tidak pernah mendapatkan kepastian hukum.

kata Achmadi banyak warga yang melaporkan adanya tindak pidana namun saat dilaporkan ke pihak kepolisian selalu dipastikan tidak ada kelanjutannya.

"Kami berharap kasus-kasus yang ada di wilayah Sumurber ini bisa ditangani dengan baik oleh Polres Gresik dan juga Kejaksaan, agar kami merasa ada pihak yang bisa dijadikan untuk perlindungan hukum," tuntasnya. (ad/pur)


Posting Komentar

 
Top