0
JAKARTA - Kasus penggerebekan bandar narkoba yang dilakukan Polsek Senen di Matraman, Jakarta Timur menjadi fokus perhatian publik. Dalam kejadian itu, satu orang anggota Bripka Taufik Hidayat tewas mengenaskan.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan penggerebekan narkoba di Matraman dikaitkan dengan penggerebekan di DPR yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Pertanyaan ini penting dilakukan agar ada kejelasan, kenapa saat melakukan penggeledaan ke gedung DPR aparat kepolisian bersenjata lengkap seakan hendak perang, sementara saat menggeledah sarang narkoba tanpa bersenjata lengkap," ungkap Neta, Rabu (20/1/2016).

Neta menambahkan, akibat kurang persiapan itu, tiga polisi dikeroyok massa dan satu polisi tewas dibuang ke kali serta dua lainnya dibacok massa.

"Kasus Berlan menunjukkan polisi tidak konsisten dengan SOP yang dibuatnya sendiri. Polisi membuat opini di masyarakat, seakan-akan gedung DPR lebih berbahaya ketimbang sarang narkoba. Padahal seharusnya sebagai aparat penegak hukum polisi ikut serta menjaga kewibawaan lembaga legislatif itu dan bukan melecehkan dengan membawa bawa senjata lengkap saat melakukan penggeledahan," terangnya.

Sebelumnya, Kapolsek Senen Kompol Kasmono menyatakan, Bripka Taufik saat melakukan penggerebekan di Matraman tidak membawa senjata.
"Tidak bawa senjata api dia ( Bripka Taufik)," ujar Kasmono.(wal)

Posting Komentar

 
Top