0
KULONPROGO – Kapolres Kulonprogo AKBP Nanang Djuanedi siap menindak anggotanya yang terbukti melanggar aturan. Salah satunya, oknum anggota Polsek Wates, Brigadir IP (34) yang dilaporkan menyimpan senjata api (senpi) ilegal. Hingga kini senpi dan amunisi masih diuji laboratrium di Semarang.
“Kita masih melakukan penyelidikan dalam kasus ini,” ujar Nanang (Kamis (28/01/2016).

Menurutnya, senpi berikut beberapa butir amunisi masih diuji balistik di laboratorium Polri di Semarang. Pengujian sangat diperlukan sebagai dasar untuk memastikan benar tidaknya benda yang diamankan berupa senpi itu merupakan senpi rakitan.

Oknum polisi itu sendiri akan dijerat dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Jika dari hasil persidangan umum terbukti, dia juga akan dikenai sanksi disiplin Polri.
“Kita masih menunggu hasil uji laboratorium,” ujarnya.

Informasi di lapangan, senpi tersebut justru diambil dan diserahkan oleh istrinya kepada polisi, yang kebetulan kondisi rumah tangganya kurang harmonis. Hingga kasus ini akhirnya ditangani Intelkam sebelum akhirnya dilimpahkan di Satreskrim.

Belakangan ini, prahara rumah tangga keluarga tersebut berlanjut. Istrinya juga dilaporkan oleh oknum polisi tersebut karena melakukan perusakan rumah. Kasus ini pun sedang ditangani oleh Satreskrim.
“Pasti semuanya kita tangani,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Anton, enggan menjelaskan rinci mengenai kronologis dan proses penanganannya. Termasuk saksi dan siapa saja yang sudah dimintai keterangan.
Berdalih untuk kepentingan penyelidikan, kronologis dan detil kejadian tidak bisa dibeberkan. “Itu kepentingan penyelidikan, jadi tidak bisa kita jelaskan. Yang pasti kita tangani adanya oknum yang memiliki senpi ilegal,” ujar Anton.(ari)

Posting Komentar

 
Top