0
SURABAYA - Aparat TNI dari Kodim 0831 Surabaya Timur mendatangi sebuah rumah yang pernah menjadi markas (Gafatar) di Jalan Rungkut Asri, Medokan Ayu, Surabaya, pag tadi. Rumah tersebut kemudian digeledah.

Dalam penggeledahan itu, personel TNI melibatkan pengurus kampung. Kemudian mereka bersama-sama memasuki bekas markas Gafatar. Penggeledahan ini untuk mencari dokumen terkait organisasi yang dipimpin Mahful Tumanurung.

Namun penggeledahan tidak membuahkan hasil. Rumah tersebut saat ini sudah beralih menjadi tempat penyimpanan alat-alat kesehatan milik salah satu perusahaan distributor.
?Tahun 2014 rumah ini pernah jadi markas Gafatar. Mereka kabarnya pindah ke daerah Sidoarjo,? ujar Ketua RT Penjaringan Sari Barat, Albert, Rabu (20/1/2016).

Dulunya anggota Gafatar banyak melakukan aksi sosial seperti bercocok tanam dan kerja bakti. Namun ada yang mengusik ketentraman warga. Setiap malam markas itu selalu ramai hingga menimbulkan kebisingan.
?Warga juga enggak tau kalau ternyata ada ajaran sesat yang diajarkan. Apalagi korbannya banyak, warga tidak tau,? pungkasnya.

Setelah melakukan pengeledahan rumah bekas markas Gafatar tersebut, aparat TNI dari Kodim 0831 Surabaya Timur memastikan wilayah Kecamatan Rungkut bebas dari aktivitas keagamaan yang sesat dann menyimpang.

?Kami berharap warga berperan aktif menangkal masuknya aliran yang menyimpang dengan melapor bila ada kegiatan warga yang mencurigakan,? imbau Dandim 0831 Surabaya Timur, Letkol Inf. Dodiet Lumantoro.

Seperti diketahui, ormas Gafatar ramai dibicarakan karena ditengerai sebagai dalang dari menghilangnya seorang dokter kecantikan di Yogyakarta bernama Rica Tri Handayani. Dokter tersebut meninggalkan keluarganya, karena ikut ormas itu.

Dokter Rica ditemukan setelah hampir dua minggu menghilang. Usai penemuan itu, laporan anggota keluarga hilang malah bermunculan. Rata-rata warga yang melaporkan kehilangan, meyakini anggota keluarganya ikut Gafatar.(pr)

Posting Komentar

 
Top