0
Sidoarjo - Polres Sidoarjo mendeteksi ada sekitar 11 warga Desa Kureksari, Kecamatan Waru yang menjadi anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Waru, Sedati dan Kecamatan Krian.
Meski begitu, hanya satu keluarga yang melapor atas kehilangan keluarga, yakni keluarga Susi Lasmani warga RT 28, RW 06 Krajan Kec. Krian yang kehilangan anak perempuannya bernama Indah Daniati Wahyuningtyas (29), yang sudah sebulan ini belum pulang, dan diduga mengikuti aliran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Saat ini Polsek Krian memeriksa anggota keluarga yang diduga anaknya ikut terlibat menjadi anggota Gafatar. Padahal, perempuan itu awalnya pamitan ke keluarganya bakal bekerja di Ubud, Bali. Rata-rata pengikut gerakan aliran yang diduga terlarang itu, berusia 30 sampai 50 tahun. "Mereka semua diduga sudah menjadi anggota dan pengikut Gafatar," terang Kapolres Sidoarjo, AKBP Muhammad Anwar Nasir Sabtu (16/1/2016)

Selain dari Krian, ada juga 10 orang Dari Desa Kureksari yang turut menjadi anggota Gafatar itu. Mereka terdeteksi berdasarkan hasil koordinasi dengan perangkat desa di Balai Desa Kureksari. Mereka yang menjadi anggota aliran Gafatar itu diantaranya, MN (55), MB (50 ), RZ (25), MR (45), NA (22), YY (32), IM (30), MK (40), AT (30) dan MT (34). Dari kesepuluh orang ini, diantaranya ada yang masih satu keluarga. Diantaranya, MB (50), RZ (25), MR (45) dan NA (22).

"Tapi, mereka sudah tak berada di Kureksari lagi dan belum ada laporan kehilangan dari pihak keluarga atau pihak manapun. Padahal, mereka masuk Gafatar mulai Agustus 2015. Ada sebagian ke Kalimantan Barat yang bertani," jelas mantan Kapolres Nganjuk itu.

Selain itu mengenai sejumlah kantor DPD Gafatar di wilayah Kecamatan Waru dan Kecamatan Sedati sudah berpindah semuanya. Diantaranya, kantor di perumahan Deltasari Blok R, No 194 RT 08/RW 08, Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Perumahan Pepelegi, Kecamatan Waru Blok H, dan di JL Syukur, Sedati Agung, Kecamatan Sedati sudah tak digunakan lagi. "Semua sudah kosong mulai Agustus 2015 kemarin. Bekas kantor-kantor DPD itu ditinggal penghuninya," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dinilai Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai aliran sesat dan bukan organisasi Islam, ternyata sudah lama beroperasi di Sidoarjo. Bahkan, memilik kantor di perumahan Deltasari Blok R, No 194 RT 08/RW 08, Desa Kureksari, Kecamatan Waru. Sayangnya, kini kantor itu dikosongkan dan ditinggal pindah pemiliknya. (ad/pr)

Posting Komentar

 
Top