0
BANGKALAN - Kasmin (49), warga Jl KH Moh Yasin, Bangkalan, Madura shock lantaran diterpa isu sebagai penjual bakso dengan pentol berbahan campuran daging tikus.Usaha yang dirintisnya sejak 1980 perlahan hancur dalam sekejap karena pelanggannya mulai berkurang.
Dengan langkah lunglai dan wajah pucat pasi, Kasmin tiba-tiba duduk di warung kopi 'Kedai Wartatama' dekat Mapolres Bangkalan, Jumat (22/1/2016).


Warung itu tempat mangkal para wartawan harian, baik media cetak, online, maupun televisi.
"Mas saya bingung, tolong saya. Bagaimana harus menyikapi atas isu bahwa saya sebagai penjual bakso tikus. Saya ke sini disuruh tukang jagal sapi, tempat saya kulakan daging," ungkap Kasmin mengawali pembicaraan.

Akibat terpaan kabar tidak benar itu, pria dengan satu anak tersebut terpaksa mengurangi jumlah kulakan daging karena warungnya sepi.
Biasanya, setiap hari ia kulakan daging 40 kilogram hingga 50 kilogram.
"Sekarang, untuk menghabiskan daging 10 kilogram sehari susah. Saya tidak tahu siapa yang meletupkan isu tersebut. Ini fitnah yang ditujukan kepada saya," jelasnya dengan nada lirih.

Pria kelahiran Lamongan itu mengaku, kabar tersebut mulai menyeruak mulai pertengahan Desember 2015.
Bahkan tak hanya dituduh sebagai penjual daging tikus, dia dikabarkan sudah ditangkap polisi dan muncul di televisi.
"Saya ditanya sama tukang parkir, ada masalah apa saya ditangkap polisi. Padahal tidak begitu, saya tidak pernah ditangkap karena memang saya tidak aneh - aneh," ujar Kasmin yang mengawali usahanya sebagai penjual bakso keliling.

Sukses selama puluhan tahun sebagai penjual bakso keliling, kini ia mempunyai tiga lokasi berjualan dengan nama Bakso Sedulur.
Dua rombong bakso dipusatkan di Pasar Ki Lemah Duwur (KLD) dan satu rombong di kawasan Senenan, Jalan Teuku Umar.
"Tidak hanya di Senenan yang diterpa isu bakso tikus, di pasar juga orang - orang bicara seperti itu. Saya shock dan tak habis pikir. Kasihan empat pekerja saya jika terus seperti ini," jelasnya.(ad/pr)

Posting Komentar

 
Top