0
SURABAYA  - Anggota Polsek Genteng Surabaya mengamankan lima orang sindikan penipuan Waria dan PSK . Mereka ditangkap saat menggelar pesta sabu.
Keiima tersangka yang diamankan adalah Fitria (28) warga Jl Ikan Gurame I, Ahmad Donny Alias Yusika (23) warga Jalan Pacar Kembang III, Budi Setiawan (23) warga asal Dusun Bajudan, Desa Pogoh Loceret Nganjuk,  Musa (23) warga  Sukodono IV dan Farizi Albajili (22) warga Jalan Ampel Kesumba Surabaya.

Kelima orang ini diamankan saat pesta Narkoba jenis sabu-sabu di Hotel Sulawesi-Gorontalo kamar 514 Jalan Embong Cerme Surabaya. Dari hasil pemeriksaan ternyata kelimanya kesehariannya beraktifitas sebagai Waria dan seorang PSK.

Kapolsek Genteng Kompol Andik Gunawan menceritakan, penangkapan tersangka atas adanya laporan korban yakni Yudi (23) yang mengaku pada hari Sabtu (23/1) telah tertipu dan diperas oleh kelima tersangka seusai berkencan dengan Fitria.

Saat kencan di hotel, ternyata didalam kamar sudah terdapat empat Waria keluar dari dalam kamar mandi. Disana Yudi dipaksa berkencan salah satu waria yakni Ahmad Donny sambil disaksikan  rekan tersangka.

Korban menurut dan melakukan oral sex, usai melakukan hubungan korban memberikan uang Rp 300 ribu. "Dari situ para waria dan psk meminta uang lebih," kata Kapolsek Genteng Kompol Andik Gunawan, Rabu (27/1/2016).

Merasa diperas dan sudah ditipu, lantas korban minta ijin untuk keluar dari hotel dengan alasan mau mengambil uang di ATM . ketika bisa keluar dari hotel, Yudi langsung melapor ke Polsek Genteng.

Setelah menerima laporan pemerasan, petugas melakukan pengejaran hingga menemukan kelima tersangka sedang pesta Narkoba.

"Kelima tersangka ini, tertangkap basah sedang pesta Narkoba jenis sabu, disalah satu kamar Hotel di Jalan  Embong Cerme," lanjut Andik.

Sementara Fitria sendiri kepada petugas mengaku kalau korban adalah pelanggan tetapnya. Tapi ketika diajak kencan lagi sama korban, Fitria menolak. Sehingga dengan sengaja membawa korban ke tempat temanya yaitu para waria.

"Soalnya dia mainnya kasar, saya tidak suka karena mintanya macam macam," ucap Donny yang mengaku punya tarif Rp 500 sekali kencan.

Dari tangan tersangka, petugas menyita dua poket shabu, alat hisap, dan korek yang digunakan sebagai kompor. Kelimanya dijerat pasal 132 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) undang undang RI no 35 tahun 2009 dan diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.(id/pr)

Posting Komentar

 
Top