0
SAMPANG  - Kakak beradik bernama Matrosul (49) dan Suleha (30) Warga Dusun Planglangan Desa Gunung Madah Kecamatan Kota Sampang, Madura, tadi malam sekitar pukul 19.00 WIB menjadi korban pembantaian dengan senjata tajam oleh tiga orang yang diketahui masih tetangga desanya sendiri.
Tiga tersangka pelaku pembataian tersebut diantaranya, DH (50), ED (22) dan HR (25) warga Kampung Cangkerep, Desa Banjar Talela Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang.

Akibat pengroyokan dengan senjata tajam tersebut, korban Matrosul mengalami luka sobek terkena sabetan celurit pada kepala bagian kanan, sementara Suleha mengalami luka memar pada tangan sebelah kanan akibat pukulan kayu balok. keduanya dilarikan ke RSUD Sampang.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun wartawan di TKP, pembataian tersebut dipicu oleh rasa curiga, lantaran sebelumnya istri DH benama Nidi meninggal dunia dengan kondisi perut kembung.

Dugaan kuat oleh tiga pelaku penganiayaan tersebut, Nidi meninggal dunia lantaran terkena ilmu santet Matrosul dan adiknya Suleha.

"Isu yang berkembang di masyarakat, penganiayaan itu karena istri tersangka diduga mati oleh ilmu santet korban," kata warga Desa Gunung Madah yang engan disebutkan identitasnya, Sabtu (23/1/2016).

Mendengar adanya informasi aksi pembacokan, beberapa petugas kepolisian setempat berhasil mengamankan DH, sementara dua rekanya yakni ED dan HR melarikan diri dan saat ini menjadi buronan polisi.

Hingga berita ini diturunkan, AKP. Hari Siswo, Kasat Reskrim Polres Sampang belum bisa dikonfirmasi menurut keterangan piket jaga pak kasat masih keluar, (ad/pr)

Posting Komentar

 
Top