0
JAKARTA - Masalah penegakan ketertiban dalam berlalu lintas kembali menarik perhatian publik setelah mencuat video berdurasi 03.19 menit di media sosial Facebook yang menunjukan adu argumen antara polisi dengan seorang sopir taksi. Perdebatan terjadi terkait perbedaan dilarang parkir dan dilarang berhenti.

Pantauan Wartawan dari video tersebut, peristiwa bermula ketika aparat polisi lalu lintas melakukan penindakan terhadap kendaraan yang parkir di area terlarang. Kemudian, ada sebuah mobil taksi warna putih yang dikemudikan pria paruh baya.

Merasa ada pelanggaran lalu lintas, polisi langsung menghampiri sang sopir dan meminta kelengkapan surat-surat kendaraan. Namun, terjadi justru terjadi perdebatan dengan tafsir Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Berikut percakapan yang dirangkum Wartawan dari video tersebut saat polisi melakukan penindakan:
Polisi: Bisa minta surat-suratnya pak, ini kan dilarang (parkir)?
Sopir Taksi: Saya enggak parkir Pak, saya tetap duduk.
Polisi: Hah?
Sopir Taksi: Saya tetap duduk.
Polisi: Bapak berhenti kan?
Sopir Taksi: Berhenti, tapi saya enggak parkir Pak. Kalau berhenti itu saya di atas Pak. Setahu saya itu tidak melanggar. Mohon maaf saya.
Kalau hanya berhenti, kalau mobilnya diparkir, yaitu baru namanya melanggar Pak.
Polisi: Iya enggak boleh Pak. Saya lihat surat-suratnya boleh?
Petugas tetap memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan sopir taksi tersebut.
Sopir Taksi: Mohon maaf saya berhenti. Saya mau melihat kompresor itu Pak. tapi saya enggak mau turun. Kalau saya parkir berarti saya melanggar.(ari/pr)

Posting Komentar

 
Top