0
SURABAYA - Ingin mempekerjakan seseorang untuk menjadi pembantu rumah tangga (PRT), warga surabaya harus lebih hati-hati serta teliti. Jika tidak waspada maka harta berhaga di rumah akan dikuras, sebab aksi pencuiran ini diawali dengan berpura-pura melamar sebagai pembantu rumah tangga.
"Pencurian dengan pelakunya pembantu di Surabaya ini mulai marak, dan banyak korban yang mengalami kerugiannya ratusan juta rupiah," kata AKP Agung Pribadi, Kanit Resmob Polrestabes.

Kasus yang tengah ditangani oleh Anggota Resmob ini, terjadi di sebuah perumahan di kawasan Surabaya Timur. Tepatnya Perumahan Puri Galaxy Cluster, Palm Courts.

Aksi pencurian di rumah milik Rudi Jiang, disana pelaku telah berhasil membawa sejumlah barang berharga antara lain Berlian, perhiasan, uang tunai. Total kerugian mencapai Rp 150 juta.

Dari olah tempat kejadian perkara, pelakunya diduga pembantu yang bernama bernama Zulfa, sebab usai kejadian sudah tidak ada di lokasi.

Sementara dari hasil lidik, petugas mendapatkan  KTP Zulfa berusia 27 tahun dan tinggal dari Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

"Tapi setelah dicek, ternyata alamat tersebut tidak ada, sehingga pelaku ini sengaja waktu melamar kerja pakai Identitas palsu," tutur Agung.

Selain di rumah Rudi, juga terdapat aksi pencurian serupa dengan modus sama yakni melamar menjadi pembantu. Hanya saja ada beberapa korban yang enggan melapor. Meski pelaku berbeda, polisi menduga mereka merupakan satu jaringan sesama pembantu dan terkoodinir.

"Meski demikian, kami akan tetap mengusut kasus ini, semoga pelaku cepat terangkap," tegasnya. (pr)

Posting Komentar

 
Top