0
PAMEKASAN - Kehadiran Babinsa harus bisa dirasakan masyarakat, memberikan solusi, meringankan masyarakat dan membantu mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya seperti yang tertuang dalam delapan wajib TNI. "Babinsa merupakan ujung tombak TNI di wilayah, sehingga selayaknya memahami setiap detail perkembangan yang terjadi di desa bahkan sekecil apa pun persoalan yang muncul dalam masyarakat, seorang Babinsa harus mengetahuinya" tegas Dandim dalam arahannya kepada Babinsa saat apel Danramil dan Babinsa, hari Rabu (16.12.2015).

"Walaupun jarum jatuh, babinsa harus mengetahui terlebih dahulu". Itulah motto atau doktrin yang dipegang teguh setiap Babinsa sebagai indikasi keberhasilan dalam berkomunikasi sosial di desa.

Pengejawantahan dari motto tersebut adalah Babinsa harus peduli dan ikut merasakan apa yang dirasakan warga binaannya. Sebagai contoh ketika ada warga yang meninggal Babinsa perlu hadir melayat, atau bilamana ada bencana alam, Babinsa harus berada paling depan, bersama dengan segenap komponen masyarakat.

Selaras dengan pernyataan Dandim 0826 Letkol Arm Mawardi, S.A.P Jum'at  (11.12.2015) yang lalu bahwa Kodim 0826 siap mengawal dan mengawasi penggunaan dana desa, maka Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam perannya di pemerintahan harus mampu membantu Pemerintah Daerah dalam mengakselerasi pembangunan yang telah diprogramkan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat disegala sektor.

Karena itu Babinsa merupakan ujung tombak TNI di wilayah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah. Untuk itu Babinsa harus menjalin komunikasi secara intensif dengan semua elemen masyarakat yang ada di wilayah.

Diakhir arahan Dandim mengingatkan agat Babinsa menjabarkan dengan baik tugas pokok dan tanggung jawabnya sehingga Babinsa dicintai rakyat dan selalu ditunggu kehadirannya oleh rakyat. "Kehadiran Babinsa ditengah masyarakat menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI-Rakyat" tutup Dandim.(pur)

Posting Komentar

 
Top