0
SURABAYA - Setidaknya ada dua demonstrasi yang 'mengepung' Kota Surabaya. Jalan-jalan protokol Surabaya dipenuhi massa pendemo dari sopir angkot dan buruh.

Massa buruh mendatangi Gedung Negara Grahadi pada pukul 13.00 WIB di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Mereka berasal dari kawasan ring satu yakni, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan Mojokerto.

Massa berunjuk rasa menolak penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Sunandar, peserta aksi mengatakan, PP 78 membelenggu kesejahteraan para buruh. "Karena kenaikan upah dipatok 11 persen dari UMK sebelumnya," katanya di depan Gedung Negara, Kamis (19/11/2015).

Hingga siang ini, masih ada buruh yang datang untuk bergabung dengan kerumunan massa. Sementara, ratusan petugas dari Polrestabes Surabaya disiagakan di lokasi. Gedung Grahadi dipagari dengan kawat berduri.

Sementara itu, tak jauh dari lokasi demo buruh, sopir angkot se-Surabaya menggelar aksi. Bedanya, aksi ini dipusatkan di Gedung DPRD Kota Surabaya, Jalan Yos Sudarso, sekitar 500 meter dari Gedung Negara Grahadi.

Para sopir angkot ini menuntut pencabutan PP 74 tahun 2014 tentang kewajiban kendaraan pelat kuning memiliki badan hukum. Rencananya, massa akan mendatangai Gedung negara Grahadi untuk bertemu dengan gubernur.(ris)

Posting Komentar

 
Top