0
Surabaya – Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M) memastikan, dalam seminggu kedepan, deklarasi Madura siap menjadi provinsi yang berdiri sendiri. Terhitung sejak hari ini, Rabu (4/11/2015), deklarasi akan dilaksanakan di Bangkalan dengan mengundang seluruh elemen pendukung Madura menjadi provinsi.
“Tunggu saja. Deklarasinya, 10 November 2015 bertempat di Gedung Ratho Ebhu, Bangkalan. Semua kami undang, mulai dari anggota DPR RI, DPRD Jatim, dan anggota dewan di Madura lainnya,” ingat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M), Jimhur Saros ditemui di Surabaya, Rabu (4/11/2015).

P4M juga mengklaim, dukungan untuk mewujudkan ‘impian’ Madura menjadi provinsi tersendiri telah diterima dari banyak pihak. Jimhur menyebut, dukungan tersebut berasal dari berbagai elemen dalam negeri dan luar negeri. “Untuk mewujudkan cita-cita menjadikan Madura sebagai provinsi tersendiri,” tuturnya.


Menurut Jimhur, keinginan menjadikan Madura sebagai provinsi diluar pemerintahan yang saat ini, sebenarnya sudah lama digagas pembentukannya. Hal itu didasari alasan, Madura selalu dianaktirikan dalam setiap proses pembangunan negara.

“Bahkan, dalam sektor pendapatan dari hasil bumi dan tambang saja, hanya 5 persen. Selebihnya, masuk Jatim dan pusat. Jadi, jujur saja, kami kecewa selalu menjadi anak tiri,” papar Jimhur.

Ia mencontohkan, dalam masalah pendidikan, fakta di lapangan masih banyak penduduk yang buta huruf. Apalagi, persoalan kesehatan juga masih terbelakang, ditambah masalah kesejahteraan. “Belum lagi, terkait pemenuhan lapangan pekerjaan, Madura juga terbelakang,” urai Jimhur.

Ditambahkan, sekalipun telah ada Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), masih banyak warga Madura yang mengais rezeki ke luar kampung halamannya. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari faktor tidak terpenuhinya kebutuhan.

“Semangat Madura harus menjadi provinsi ini murni tuntutan hati nurani rakyat untuk menuju dan mewujudkan sejahtera lebih layak,” tegas Jimhur yang juga menjabat sebagai Presiden ‎Direktur Kacong Mania yang anggotanya tersebar mulai Indonesia, Malaysia, Singapura, Timur Tengah dan negara-negara lain di dunia.

Ditanya soal persyaratan? Jimhur mengaku, sudah tahu dan memahaminya. Untuk itu, P4M terus melakukan pertemuan dan pembahasan mendalam secara bersama dengan sejumlah pihak. Selain dengan DPRD, semua kabupaten di Madura juga dilibatkan, termasuk dengan DPRD Jawa Timur dan DPR RI.

“Kami akan tempuh dengan judicial review dan meminta Hak Inisiatif DPR. Masak Gorontalo saja bisa, tentunya kami (Madura, red) juga harus diperjuangkan,” paparnya.

Apabila demikian kenyataannya, Jimhur berharap, anggota DPR merespon, dan membantu sepenuh hati untuk terwujdunya Madura menjadi provinsi. Ditegaskan, hak inisiatif DPR RI bisa menjadi pintu untuk dilaksanakannya pengumpulan pernyataan kesepatan.

“Kami minta harus membantu, jangan cuma mencela. Apalagi, yang merasa sebagai orang Madura. Kalau pun ada suara 50 persen, dan plus satu, kan sudah selesai,” ingatnya. (esp4/tud)

Posting Komentar

 
Top