0
JAKARTA - Tindak lanjut kasus dugaan suap sengketa Pilkada Kabupaten Buton di Mahkamah Konstitusi (MK) yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipertanyakan. Pasalnya, satu dari sembilan sengketa pilkada yang menjerat mantan Ketua MK, Akil Mochtar itu sampai saat ini tidak jelas penanganannya.

Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, perkara itu seharusnya menjadi fokus para penyidik KPK.

"Kalau begitu, kasus Buton ini berarti pekerjaan rumah yang harus dilakukan KPK. Mereka harus fokus dan menyelesaikan itu," terang dia saat dihubungi wartawan, Sabtu (28/11/2015).

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Aljufri, sebagai tersangka. Namun, masih terdapat dua sengketa pilkada yang disebut pada dakwaan Akil yang belum ditindaklanjuti KPK. Salah satunya, Kabupaten Buton yang kini dipimpin Bupati Samsu Umar Abdul Samiun.

Uchok berharap KPK segera mengusut kasus sengketa Pilkada Buton.

"Kenapa KPK bisa impoten seperti itu. KPK ini bisa dianggap masuk angin, harusnya KPK bisa fokus terhadap sembilan sengketa Pilkada itu. Harusnya bisa diselidiki," tukasnya.

Sementara itu, Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi SP, mengatakan, pihaknya siap mengusut kasus tersebut.‎
"Sepanjang ada bukti kuat, termasuk dari putusan inkrah," terang Johan terpisah.

Walau begitu, saat ini, Johan mengaku pihaknya sedang menangani kasus sengketa Pilkada Provinsi Empat Lawang, belum sampai pada sengketa Pilkada Buton.

"Ini pengembangan kasusnya Akil, yang dikembangkan baru Empat Lawang, belum selesai‎," tandas Johan.
(MSR)

Posting Komentar

 
Top