0
Bangkalan - Adanya sejumlah aliran sesat dan sistem liberasme dimasyarakat yang sudah berkembang, ternyata mengundang keprihatinan tersendiri bagi para alim ulama se- Madura untuk mengambil tindakan pencegahan dengan mendeklariskan terbentuknya Aliansi Ulama Madura (AUMA) di Pondok Pesantren Nurul Cholil, Jalan KH Muhammad Cholil III/10 Bangkalan, Sabtu (31/10/2015).
“Terbentuknya Aliansi Ulama Madura (AUMA) dilatar belakangi adanya sejumlah aliran yang sudah berkembang di masyarakat dan tidak sesuai dengan kaidah-kaidah agama Islam. Beberapa aliran yang  bertentangan dengan falsafah Pancasila dan agama Islam sudah dianut oleh sejumlah masyarakat . Sebagai contoh pada aliran Syiah yang jelas-jelas menodai agama Islam,” kata Ketua Deklarasi AUMA KH Ali Karar disela-sela deklarasi.

KH Ali Karar juga mencuplik sejumlah pemberitaan terbitan media cetak dan buku yang benar-benar sudah mengarah kearah ajaran sesat, diantaranya ajaran liberal, menodai agama dan penistaan agama. Untuk itu, pihaknya berharap setelah terbentuknya AUMA, para alim ulama untuk merapatkan barisan guna mencegah aliran sesat tersebut agar tidak berkembang di masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Komandan Korem 084/BJ Kolonel Inf Muhammad Nur Rahmad yang menyampaikan soal perkembangan situasi  dan kondisi.

“Terbentuknya AUMA sedikit banyak telah membantu dan meredam terhadap aliran dan pengaruh yang dapat menganggu ketertiban dan keamanan wilayah setempat. Terbentuknya aliran sesat tersebut dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Dulu para alim ulama berperang melawan para penjajah, sekarang melawan aliran yang tidak sesuai dengan kairah-kaidah agama. Saya percaya bahwa terbentuknya aliansi ini merupakan suatu aliansi yang membantu pemerintah dalam menciptakan situasi dan kondisi yang aman. Perang diera sekarang ini tidaklah seperti jaman dulu dengan memanggul senjata. Perang sekarang ini menggunakan sistem pecah belah atau proxcy wear yang sudah masuk pada bidang politik, sosiak, ekonomi, pendidikan dan sejumlah bidang lainnya, termasuk peredaran narkoba. Narkoba jelas sangat merusak generasi penerus bangsa. Disaat bangsa membutuhkan generasi muda, generasinya sudah terkena narkoba. Jika ini benar-benar terjadi bangsa kita akan mudah terkalahkan oleh bangsa lain,” jelas Danrem.

Turut hadir dalam Deklarasi AUMA, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Danrem 084/BJ Kolonel Inf Muhammad Nur Rahmad, Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf Sunardi Istant, para alim ulama se Madura.(penrem084/YD/TI).

Posting Komentar

 
Top