0
PAMEKASAN - Sebanyak 76 senjata api (senpi) milik anggota Polres Pamekasan, ditarik karena izin penggunaan sudah habis alias kadaluarsa, Sabtu (28/11/2015).
Jumlah tersebut terdiri dari 97 senpi milik anggota yang sudah di cek dan diperiksa oleh petugas. "Dari 76 senpi itu, baru 53 senpi yang sudah di cek izinnya. Sementara 23 senpi masih dipegang anggota yang bertugas di luar," kata Aiptu Budiarto Artiyono, Plt Kasubag Humas Polres Pamekasan.

"Senpi yang sudah dinyatakan habis izin penggunaannya, langsung kita amankan di gudang senpi beserta surat-suratnya. Dan kami masih akan melakukan pengecekan lagi," ungkapnya.

Pihaknya segera menuntaskan pemeriksaan senpi yang digunakan oleh para anggota. Mulai dari tingkat Polsek hingga Polres Pamekasan. "Insya'allah, kita upayakan Senin (30/11) selesai semua berikut pengecekan amunisi. Takut ada yang hilang," tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, setelah dilakukan penarikan senpi. Nantinya segera dilaporkan ke pimpinan dan menunggu tindak lanjut setelah koordinasi dengan tim psikolog dari Polda Jawa Timur. "Ini memang rutin kita lakukan tiap bulan sekali, meliputi kebersihan, jumlah peluru dan surat izin," jelasnya.

"Kalau izinnya mati, harus tes psikologi lagi dan dinyatakan lulus. Kalau tidak lulus, tidak boleh pakai senpi. Dan kalau izin sudah dilengkapi, baru bisa dikembalikan lagi," pungkasnya.

Sedangkan bagi para anggota baru yang ingin memegang senpi, juga harus mengikuti berbagai tahap sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku. Salah satunya dengan mengikuti tes psikologi dan dinyatakan lulus. [pin/kun]

Posting Komentar

 
Top