0
JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengamankan tiga orang pelaku pencurian spesialis sepeda motor di kawasan Depok, Jawa Barat.

Pelaku berhasil diamankan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 21 Oktober 2015 lalu.
Kanit V Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Handik Zusen mengungkapkan tiga pelaku yang ditangkap diketahui masih berusia di bawah umur, dimana rata-rata umurnya masih berusia dibawah 20 tahun.

"Ketiga tersangka yakni FY alias P, MJ dan SAM alias I," jelas Handik di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (25/10/2015).

Menurut Handik, ketiga pelaku ditangkap saat akan menjalankan aksinya di daerah Depok, Jawa Barat. Penangkapan itu berdasarkan adanya laporan warga atas peristiwa tersebut.

"Sebelumnya penyidik telah mengumpulkan informasi serta alat bukti terkait perkara itu, dan pada tanggal 21 Oktober 2015 melakukan penangkapan para tersangka," ujar Handik.

Handik mengungkapkan modus yang dilakukan pelaku yakni menyisir daerah yang akan menjadi target operasi. Biasanya mereka mengincar motor-motor yang diparkirkan di halaman rumah saat si pemilik sedang lengah. "Selanjutnya para tersangka merusak kunci kontak kendaraan dengan menggunakan kunci leter T," kata Handik.

Tak hanya itu saja, dalam melakukan aksinya pelaku tak segan-segan melukai korbannya dengan senjata tajam seperti pisau. Hal ini dilakukan bila mereka dalam keadaan terdesak.

"Hal itu dilakukan bila mereka terdesak dan melukai korbannya dengan pisau, kadang juga pakai senjata api," ucap Handik.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah alat bukti yakni satu unit sepeda motor milik korban, empat unit handphobe milik tersangka, sebilah pisau, dua kunci leter T berikut tujuh anak kuncinya, satu kunci duplikat, sarung tangan dan tas selempang milik tersangka.

Ketiga pelaku kini harus mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya. Mereka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan Pasal 56 ayat (1) KUHP. "Ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara," pungkas Handik.
(aky)

Posting Komentar

 
Top